
Barru, Petta – Peran strategis pemuda dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat kembali ditegaskan dalam dialog akhir tahun yang digelar Karang Taruna Kabupaten Barru, Senin (29/12/2025). Forum ini menjadi ruang refleksi sekaligus konsolidasi lintas elemen dalam memperkuat harmoni sosial di daerah.
Dialog bertema Partisipasi Pemuda Bersama Kepolisian dalam Penguatan Kamtibmas tersebut berlangsung di Cafe Pejalan Jalan, Jalan Iskandar Unru, dan dihadiri unsur kepolisian, akademisi, tokoh masyarakat, hingga organisasi kepemudaan.
Pemuda Dinilai Mitra Strategis Polri
Kapolres Barru AKBP Ananda Fauzi Harahap, S.H., S.I.K., menekankan bahwa keamanan dan ketertiban masyarakat tidak dapat sepenuhnya dibebankan kepada kepolisian. Menurutnya, keterlibatan aktif masyarakat khususnya generasi muda menjadi faktor kunci terciptanya situasi yang aman dan kondusif.
“Tugas kepolisian tidak akan optimal tanpa dukungan masyarakat. Pemuda memiliki posisi strategis sebagai mitra Polri dalam menjaga lingkungan tetap aman dan damai,” ujar Kapolres.
Ia juga menegaskan pentingnya membangun komunikasi yang sehat antara kepolisian dan pemuda, agar potensi konflik sosial dapat dicegah sejak dini melalui pendekatan dialog dan edukasi.
Kearifan Lokal sebagai Perekat Sosial
Sementara itu, Ketua Majelis Pertimbangan Karang Taruna (MPKT) Kabupaten Barru, Ir. Muhammad Yulianto Badwi, mengingatkan bahwa nilai-nilai kearifan lokal harus tetap menjadi fondasi dalam menjaga persatuan di tengah dinamika sosial yang terus berkembang.
Menurutnya, dialog lintas elemen seperti ini perlu dijadikan agenda berkelanjutan sebagai ruang silaturahmi, pertukaran gagasan, serta penyamaan persepsi antara pemuda, aparat, dan pemerintah.
“Kita harus terus mendorong sinergi yang membawa mappadeceng, kebaikan bagi masyarakat. Kritik itu penting, tetapi harus disertai solusi dan niat membangun,” ujarnya.
Literasi Sosial dan Media Jadi Sorotan
Dari kalangan akademisi, dosen ITBA Al Gazali Barru, Dr. Kasmiah Ali, menyoroti pentingnya peningkatan literasi sosial di kalangan generasi muda. Ia mengingatkan agar pemuda lebih bijak dalam bermedia sosial, tidak mudah terprovokasi informasi yang belum terverifikasi, serta menghindari penyebaran ujaran kebencian.
“Media sosial seharusnya menjadi ruang edukasi dan penyebaran pesan positif, bukan sumber konflik,” tegasnya.
Dialog akhir tahun ini diikuti pengurus Karang Taruna dari tingkat kabupaten hingga desa, serta dihadiri berbagai organisasi kepemudaan dan kemasyarakatan, di antaranya Pemuda Pancasila, Pemuda Muhammadiyah, Ansor, PII, IPM, IMM, dan sejumlah organisasi perempuan. Kehadiran beragam elemen tersebut memperkaya perspektif diskusi dan memperkuat komitmen bersama dalam menjaga stabilitas sosial di Kabupaten Barru.
