
Banda Aceh, Petta – PT PLN (Persero) terus memacu percepatan pemulihan infrastruktur kelistrikan di Provinsi Aceh pascabencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda wilayah tersebut. Hingga Selasa (30/12/2025), dilaporkan listrik di 15 kabupaten/kota telah pulih 100 persen.
Kendati demikian, tantangan besar masih membayangi pemulihan di wilayah tengah Aceh. Tiga wilayah tercatat masih memiliki progres di bawah 75 persen akibat akses geografis yang terputus total.
Mobilisasi Lewat Udara
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, mengungkapkan bahwa medan berat menjadi penghalang utama tim di lapangan. Untuk menembus wilayah yang terisolasi, PLN harus bekerja sama dengan TNI AU untuk memobilisasi material berat.
“Kami mengerahkan segala daya upaya. Karena akses darat terputus akibat longsor, kami mengirimkan tiang listrik, kabel, hingga genset menggunakan pesawat Hercules dan helikopter ke wilayah Gayo Lues dan Aceh Tengah,” ujar Darmawan dalam keterangan tertulisnya.
Darmawan merinci bahwa saat ini progres pemulihan di Gayo Lues baru menyentuh angka 69,9 persen, sementara Aceh Tengah berada di angka 70,8 persen. Satu wilayah lainnya, Bener Meriah, telah mencapai 83,6 persen namun tetap dalam pengawasan ketat.
Daftar Wilayah yang Sudah Pulih
Berdasarkan data terbaru, 15 wilayah yang sudah kembali normal secara sistem kelistrikan meliputi:
- Banda Aceh, Lhokseumawe, Langsa, dan Subulussalam.
- Aceh Besar, Aceh Selatan, Aceh Singkil, Aceh Barat Daya, dan Nagan Raya.
- Aceh Jaya, Aceh Barat, Pidie, Pidie Jaya, Aceh Utara, dan Aceh Timur.
Meski jaringan di wilayah seperti Pidie Jaya sudah dinyatakan pulih 100 persen, PLN belum bisa mengalirkan listrik ke sekitar 10.000 rumah warga. Hal ini disebabkan kondisi bangunan yang masih tertimbun lumpur atau rusak berat, sehingga berisiko tinggi memicu arus pendek (korsleting).
Kendala Tower Roboh
Selain faktor cuaca, kelumpuhan sistem dipicu oleh robohnya enam tower transmisi pada jalur Bireuen–Arun yang menjadi tulang punggung kelistrikan Aceh.
“Tim di lapangan sedang membangun tower darurat (emergency tower) agar interkoneksi sistem kelistrikan Aceh kembali stabil sepenuhnya,” tambah Darmawan.
Untuk sementara, beban listrik di wilayah yang belum terjangkau jaringan utama dialihkan menggunakan 1.000 unit genset darurat yang disebar ke desa-desa terpencil dan fasilitas publik seperti RSUD Takengon.
Fokus pada Keselamatan
General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Aceh mengimbau warga di wilayah terdampak untuk memastikan instalasi listrik di dalam rumah dalam kondisi kering sebelum menyalakan sakelar utama.
PLN menargetkan seluruh desa di Aceh dapat kembali terang sebelum pekan pertama Januari 2026, dengan catatan kondisi cuaca di dataran tinggi Gayo kembali stabil untuk proses instalasi kabel udara.
