
Barru, Petta – Pemerintah Kabupaten Barru melakukan langkah tegas dalam mengoptimalkan aset daerah di sektor perdagangan. Menjelang peluncuran transaksi non-tunai berbasis QRIS, Wakil Bupati Barru, Abustan Andi Bintang, memimpin peninjauan langsung ke Pasar Mattirowalie di Jalan AP Pettarani, Kamis (23/4/2026).
Peninjauan ini difokuskan pada penataan kembali los dan kios pasar yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal atau terbengkalai. Abustan menegaskan bahwa pemerintah daerah harus mengambil kendali penuh atas pengelolaan aset agar aktivitas ekonomi masyarakat tidak terhambat.
“Pemerintah itu tidak boleh kalah dengan kondisi di lapangan, tetapi harus tetap adil. Pasar ini milik kita bersama, milik negara, bukan milik perorangan,” tegas Abustan di hadapan pengelola pasar dan Satpol PP.

Solusi Tunggakan untuk Pedagang Baru
Salah satu kebijakan strategis yang ditekankan dalam kunjungan ini adalah pemberian kemudahan bagi pedagang baru untuk menempati los yang kosong. Wabup memastikan bahwa calon pedagang tidak akan dibebani oleh tunggakan penyewa sebelumnya.
“Yang ingin masuk silakan masuk dan mulai berusaha. Urusan tunggakan lama tetap menjadi tanggung jawab pemilik lama dan tidak boleh menghambat pedagang baru. Jangan sampai aset kita terbengkalai hanya karena persoalan masa lalu yang tidak kunjung selesai,” ujarnya.
Langkah ini diambil untuk memastikan retribusi daerah tetap berjalan dan tidak ada fasilitas negara yang dibiarkan rusak karena tidak terurus.
Digitalisasi Lewat QRIS
Selain penataan fisik, kunjungan ini juga memantau kesiapan infrastruktur digital di Pasar Mattirowalie. Bekerja sama dengan Bank Indonesia dan Bank Sulselbar, Pemkab Barru akan segera meluncurkan sistem pembayaran QRIS untuk seluruh transaksi di pasar tersebut.
Digitalisasi ini diharapkan dapat meningkatkan transparansi retribusi pasar serta memudahkan pedagang dan pembeli dalam bertransaksi secara lebih aman dan modern.
“Dengan sistem pembayaran digital dan optimalisasi fasilitas, kita optimistis Pasar Mattirowalie akan menjadi pusat ekonomi rakyat yang lebih tertib dan berdaya saing,” pungkas Abustan.
Turut mendampingi dalam peninjauan tersebut antara lain Plh Sekda Barru Andi Syarifuddin, Kepala Bapenda, Kasatpol PP, serta perwakilan perbankan yang berkomitmen mengawal transformasi pasar tradisional Barru menuju era digital.