
Makassar, Petta – Pemerintah Kabupaten Barru mempertegas langkahnya dalam menciptakan birokrasi yang bersih dan profesional. Bupati Barru, Andi Ina Kartika Sari, memaparkan strategi penerapan Manajemen Talenta Aparatur Sipil Negara (ASN) di hadapan jajaran Badan Kepegawaian Negara (BKN) RI di Makassar, Jumat (8/5/2026).
Kegiatan ekspose ini menjadi bukti keseriusan Pemkab Barru dalam menjalankan sistem merit untuk memastikan pengisian jabatan struktural maupun fungsional didasarkan pada kualitas individu.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap jabatan di Pemerintah Kabupaten Barru ditempati oleh ASN yang tepat, profesional, dan mampu bekerja untuk kepentingan masyarakat. Manajemen talenta harus menjadi budaya kerja birokrasi, bukan hanya dokumen administratif,” tegas Andi Ina.
Birokrasi Lincah Menuju 2030
Penerapan manajemen talenta ini disebut Andi Ina sebagai motor penggerak untuk mewujudkan visi “Barru Berkeadilan, Maju Berkelanjutan, dan Sejahtera Lebih Cepat” pada periode 2025–2030. Menurutnya, tantangan daerah yang kompleks memerlukan ASN yang adaptif dan inovatif.
Saat ini, Pemkab Barru memiliki 3.990 ASN, yang terdiri dari 3.162 PNS dan 828 PPPK. Mayoritas dari mereka mengisi jabatan fungsional di sektor pendidikan dan kesehatan.
“Kami ingin menghadirkan birokrasi yang lincah, adaptif terhadap perubahan, dan mampu memberikan pelayanan publik yang cepat, tepat, dan berkualitas,” tambahnya.
Pemetaan Talenta dan Talent Pool
Sebagai landasan hukum, Pemkab Barru telah menerbitkan Peraturan Bupati Nomor 52 Tahun 2022. Selain itu, telah dibentuk Tim Kerja Pengelola Manajemen Talenta dan Komite Talenta ASN tahun 2026.
Untuk menjamin objektivitas, Pemkab Barru bekerja sama dengan BKD Provinsi Jawa Barat dan Kantor Regional IV BKN Makassar dalam melakukan pemetaan talenta. Hasil pemetaan ini akan masuk ke dalam talent pool (kolam talenta) sebagai dasar pengembangan karier dan strategi retensi pegawai secara berkelanjutan.
“Langkah ini dilakukan agar pengembangan karier ASN lebih objektif dan terukur. Kita ingin menghilangkan subjektivitas dalam promosi jabatan,” jelas Andi Ina.
Apresiasi dari BKN RI
Kegiatan ini turut dihadiri oleh pejabat teras BKN RI, di antaranya Deputi Bidang Pembinaan Penyelenggaraan Manajemen ASN Herman, dan Deputi Bidang Penyelenggaraan Layanan Manajemen ASN Rahman Hadi. Kehadiran pimpinan BKN pusat ini menunjukkan dukungan penuh terhadap transformasi birokrasi yang sedang dijalankan di Kabupaten Barru.
Dengan penguatan sistem merit ini, Pemkab Barru optimistis mampu menciptakan lingkungan kerja yang kompetitif dan berintegritas, guna menghadapi tantangan pembangunan daerah di masa depan.
