Pastikan Bantuan Alsintan Tepat Sasaran, Wabup Barru: Percepat Tanam, Tekan Biaya Produksi

Wakil Bupati Barru, Dr. Ir. Abustan A. Bintang.,M.Si., memberikan arahan kepada 10 Kelompok Tani penerima bantuan Traktor Roda 4 /TR4 di Tempat Pembibitan Hortikultura Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Desa Tompo, Kecamatan Barru, Sabtu (10/1/2026). (©Humas Barru)

Barru, Petta – Pemerintah Kabupaten Barru memastikan penyaluran bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) bersumber APBN dilakukan sesuai kebutuhan kelompok tani. Langkah ini ditempuh untuk menjaga transparansi sekaligus menjamin pemanfaatan bantuan tepat sasaran di lapangan.

Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati Barru, Dr. Ir. Abustan A. Bintang., M.Si., saat memberikan arahan kepada 10 kelompok tani penerima bantuan traktor roda 4 (TR4) di Tempat Pembibitan Hortikultura Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Desa Tompo, Kecamatan Barru, Sabtu (10/1/2026).

Menurut Abustan, pihaknya turun langsung melakukan pengecekan distribusi bantuan alsintan kepada petani.

“Bantuan ini sebelumnya telah diserahkan oleh Ibu Bupati secara simbolis. Atas arahan Bupati saya ingin memastikan langsung bantuan yang disalurkan benar-benar sesuai dengan data dan tepat sasaran,”

Dr. Ir. Abustan A. Bintang, Wakil Bupati Barru

Percepat Olah Tanah dan Tekan Biaya Produksi

Wakil bupati mengungkapkan bahwa dalam beberapa pekan terakhir dirinya bersama jajaran Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan aktif meninjau kondisi sektor pertanian, perkebunan, dan peternakan di sejumlah wilayah. Salah satunya di Kecamatan Pujananting, termasuk kawasan pertanaman padi di Gattareng.

Ia mencontohkan keterbatasan alat pengolah tanah yang selama ini dialami petani sehingga harus mendatangkan traktor dari daerah lain.

“Kalau sebelumnya pengolahan sawah bisa memakan waktu sampai dua bulan, dengan dukungan TR4 tersebut sekarang bisa diselesaikan sekitar dua minggu dan lahan sudah siap ditanami. Ini dilakukan sebagai upaya percepatan tanam,”

Dr. Ir. Abustan A. Bintang, Wakil Bupati Barru

Abustan berharap keberadaan TR4 dan alsintan lainnya mampu mempercepat proses pengolahan lahan, menekan biaya produksi, serta meningkatkan produktivitas pertanian di Barru.

Dorong Perubahan Pola Pikir Petani

Selain dukungan sarana, Abustan menekankan pentingnya perubahan pola pikir petani agar mampu menyesuaikan perkembangan sektor pertanian.

“Kita sekarang sudah harus berubah, dari petani biasa menjadi petani luar biasa. Jangan tinggal diam. Kalau kita melihat perkembangan pertanian dunia, ke depan justru petani yang akan sejahtera,” ujarnya.

Ia juga menyoroti praktik petani yang meninggalkan lahan karena hasil panen belum terserap pasar.

“Kalau belum ada pembeli, simpan dulu gabahnya. Tidak ada masalah. Jangan sampai sawah ditinggalkan hanya karena belum ada yang membeli,” tegasnya.

Dukungan Pemerintah Pusat dan Pengembangan Komoditas Kopi

Abustan menyebut Barru telah menerima dukungan besar pemerintah pusat berupa 11 brigade pangan senilai sekitar Rp43 miliar, program optimasi lahan sekitar Rp9,3 miliar, 263 unit pompa air, serta puluhan unit traktor. Ia menegaskan pengelolaan alsintan tidak boleh dimonopoli pihak tertentu dan merupakan aset negara yang harus dimanfaatkan masyarakat.

Ia juga menyampaikan hasil lobi bersama Bupati Barru yang membuahkan proyek infrastruktur jalan di Kecamatan Pujananting senilai Rp50 miliar serta mendorong pengembangan kopi melalui kerja sama dengan pihak swasta dan pemanfaatan program perhutanan sosial.

“Kalau ini dimanfaatkan dengan baik, Barru ke depan bisa punya kopi unggulan sendiri,” ujarnya.

Di akhir sambutan, ia mengajak kelompok tani menjaga kebersamaan dan menyampaikan salam Bupati Barru yang berhalangan hadir.

“Mari kita manfaatkan semua bantuan ini dengan sebaik-baiknya, untuk kesejahteraan petani dan kemajuan pertanian Barru,” tutupnya.

Target Tingkatkan Luas Tanam dan Produktivitas

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Barru, Ir. Ahmad, M.M., menyampaikan bantuan TR4 kepada 10 kelompok tani merupakan bagian dari strategi percepatan swasembada pangan melalui peningkatan luas tambah tanam.

Ia menyebut capaian pertanian Barru menunjukkan tren positif, dengan peningkatan produksi 19,20 persen serta realisasi luas tanam sekitar 36.000 hektare dari target 31.086 hektare pada 2025.

Total
0
Shares
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Posts