
Pangkep, Petta – Tim SAR gabungan kembali menemukan satu jenazah korban jatuhnya pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) di pegunungan Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, Rabu (21/1/2026).
Penemuan ini menambah jumlah korban yang berhasil ditemukan menjadi tiga orang. Pesawat tersebut sebelumnya dilaporkan hilang kontak sejak Sabtu (17/1/2026) saat menempuh perjalanan dari Yogyakarta menuju Makassar.
Kepala Basarnas RI, Marsekal Madya TNI (Purn) Mohammad Syafii, mengonfirmasi bahwa korban ketiga ditemukan sekitar pukul 12.30 WITA di area tebing curam Gunung Bulusaraung.
“Satu korban sudah diterima oleh keluarga, satu korban sedang diidentifikasi, dan satu korban lagi baru saja berhasil ditemukan dalam proses evakuasi,” ujar Syafii di Kantor Basarnas Makassar, Rabu.
Evakuasi Korban Terkendala Medan Terjal dan Cuaca
Proses evakuasi korban ketiga hingga kini masih berlangsung. Petugas di lapangan menghadapi tantangan berat lantaran posisi korban berada di titik ekstrem, yakni di sekitar tebing dan jurang gunung.
Syafii menjelaskan bahwa pihaknya berencana menggunakan jalur udara untuk mempercepat evakuasi jika kondisi cuaca di lokasi mendukung. Berdasarkan laporan tim di lapangan, temuan korban terakhir ini lebih mengarah pada bagian tubuh (body part).
“Saat ini masih dalam proses evakuasi, mudah-mudahan cuaca memungkinkan sehingga kita bisa evakuasi dengan cepat menggunakan teknik hoist,” ungkapnya.
Kotak Hitam Ditemukan dan Diserahkan ke KNKT
Selain penemuan korban, tim SAR gabungan juga berhasil mengamankan kotak hitam atau black box pesawat ATR 42-500 tersebut pada hari yang sama. Alat perekam data penerbangan ini telah diserahkan kepada Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk proses investigasi lebih lanjut.
Pesawat nahas yang disewa oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) ini diketahui membawa total 10 orang, yang terdiri dari 7 awak pesawat dan 3 penumpang dari pihak kementerian.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyatakan bahwa pesawat tersebut tengah menjalankan misi surveilans di wilayah perairan Indonesia sebelum dinyatakan jatuh di kawasan pegunungan Maros-Pangkep.
Hingga berita ini diturunkan, tim SAR gabungan masih terus melakukan penyisiran di lokasi kejadian untuk mencari sisa korban lainnya yang masih dinyatakan hilang.
