
Gowa, Petta – Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, H. Lukman B. Kady, S.E., M.M., menggelar Reses Masa Persidangan II Tahun 2025/2026 di Desa Borongpalala, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Gowa, Senin (16/2/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Sulsel ini menerima berbagai keluhan krusial masyarakat, mulai dari sektor infrastruktur hingga jaminan sosial yang belum merata.
Dialog bersama warga Borongpalala berlangsung dinamis. Warga mengeluhkan rusaknya sejumlah ruas jalan desa dan kondisi gedung sekolah yang memerlukan perbaikan segera. Namun, isu kesehatan dan bantuan sosial menjadi topik yang paling banyak disuarakan.
Warga melaporkan banyaknya kartu Kesehatan Indonesia Sehat (KIS) yang tiba-tiba non-aktif saat hendak digunakan. Selain itu, pendistribusian Program Keluarga Harapan (PKH) dinilai masih sering tidak tepat sasaran, di mana warga yang membutuhkan justru tidak terdata.
“Kami mencatat semua keluhan ini. Masalah KIS non-aktif dan ketidaktepatan sasaran PKH adalah isu sensitif karena menyangkut hak dasar masyarakat. Kami akan melakukan koordinasi dengan dinas terkait di tingkat provinsi untuk mengevaluasi data kepesertaan tersebut,” ujar Lukman di hadapan warga.
Dukungan untuk Sektor Keamanan
Selain menyerap aspirasi untuk diperjuangkan dalam rapat paripurna, Lukman memberikan aksi nyata dengan mendukung penguatan institusi keamanan di tingkat kecamatan. Ia berkomitmen memberikan bantuan pribadi berupa 25 sak semen untuk kelanjutan pembangunan gedung kantor Polisi Subsektor (Polsubsektor) Pattallassang.
Langkah ini diapresiasi oleh Kapolsubsektor Pattallassang, Iptu Muh Naim, yang hadir dalam acara tersebut. Dukungan ini dinilai penting untuk mempercepat fasilitas pelayanan keamanan bagi warga Borongpalala dan sekitarnya.
Komitmen Wakil Rakyat
Lukman B. Kady menegaskan bahwa masa reses adalah jembatan untuk mencari jalan keluar bagi persoalan yang selama ini tersumbat di tingkatan paling bawah.
“Sebagai wakil rakyat, tugas saya adalah menjemput bola. Masalah jalan rusak dan infrastruktur yang tidak layak akan kami perjuangkan melalui mekanisme anggaran di provinsi. Kami ingin setiap masalah yang disampaikan warga hari ini menemukan solusi konkret, bukan hanya janji di atas kertas,” tegasnya.
Kegiatan reses ini turut dihadiri oleh Pj Kepala Desa Borongpalala, Isnawati, S.Sos., mantan Kepala Desa Borongpalala, Ramli Supriadi, serta tokoh masyarakat, tokoh agama, dan tokoh perempuan desa setempat. Sinergi berbagai elemen ini diharapkan mampu mendorong percepatan pembangunan di Kecamatan Pattallassang.
