
Istanbul, Petta – Atmosfer neraka di RAMS Park benar-benar memakan korban. Raksasa Premier League, Liverpool, harus pulang dengan kepala tertunduk setelah dipaksa menyerah 1-0 oleh tuan rumah Galatasaray dalam laga leg pertama babak 16 besar Liga Champions, Rabu (11/3) dini hari WIB.
Gol cepat Mario Lemina di menit-menit awal menjadi pembeda, sementara dua keputusan krusial VAR memastikan skuad asuhan Arne Slot harus bekerja ekstra keras di Anfield pekan depan.
Dukungan masif suporter tuan rumah seolah memberikan sayap bagi armada Okan Buruk. Baru tujuh menit laga berjalan, gawang Alisson Becker sudah bergetar. Berawal dari skema sepak pojok presisi Gabriel Sara, bola disundul dengan cerdik oleh Victor Osimhen ke tiang jauh. Mario Lemina yang berdiri bebas tanpa kawalan berarti, menyambar bola dengan tandukan mematikan. 1-0 untuk Galatasaray.
Liverpool sempat tersentak. Florian Wirtz, yang menjalani debut starternya pasca-cedera, hampir menyamakan kedudukan di menit ke-13. Namun, penyelesaian akhirnya masih melebar tipis di sisi gawang Ugurcan Cakir.
Tembok Kokoh Ugurcan Cakir
Sepanjang babak kedua, The Reds praktis mengurung pertahanan Galatasaray. Statistik menunjukkan dominasi penguasaan bola Liverpool mencapai 62%, namun efektivitas menjadi masalah besar. Ugurcan Cakir tampil sebagai pahlawan di bawah mistar gawang Galatasaray, mementahkan peluang emas dari Dominik Szoboszlai dan sepakan jarak dekat Cody Gakpo.
Drama VAR: Dari Euforia ke Kekecewaan
Momen paling kontroversial terjadi pada menit ke-71. Ibrahima Konate berhasil menceploskan bola ke gawang lewat situasi kemelut. Para pemain Liverpool sudah melakukan selebrasi, namun wasit Davide Massa menghentikan laga untuk meninjau monitor VAR.
Hasilnya menyesakkan bagi tim tamu: bola dianggap mengenai lengan Konate sebelum melewati garis gawang. Gol dianulir. Sebelumnya, Galatasaray juga sempat mencetak gol kedua melalui Osimhen, namun dianulir karena Baris Alper Yilmaz sudah terjebak offside dalam proses build-up.
Suara dari Lapangan: Frustrasi Arne Slot
Berbicara dalam konferensi pers usai laga, manajer Liverpool Arne Slot tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya.
“Sangat sulit untuk menerima hasil ini ketika Anda mendominasi laga namun pulang dengan tangan kosong. Kami membiarkan mereka mencetak gol dari peluang pertama mereka, dan itu mengubah seluruh dinamika pertandingan. Mengenai VAR? Itu keputusan yang tipis, tapi kami seharusnya tidak membiarkan diri kami berada di posisi yang bergantung pada keputusan wasit,” ujar Slot kepada Sky Sports.
Di sisi lain, kapten Galatasaray, Fernando Muslera, memuji mentalitas rekan-rekannya.
“Kami tahu Liverpool akan menekan, tapi kami memiliki ‘tembok’ di belakang dan hati yang besar di lapangan. Ini baru setengah jalan, Anfield akan sangat sulit, tapi kami membawa modal berharga ke sana.”
Catatan Leg Kedua
Meskipun kalah, Liverpool mendapat sedikit angin segar untuk leg kedua. Bek andalan Galatasaray, Davinson Sanchez, dipastikan absen di Anfield setelah menerima kartu kuning akibat pelanggaran keras terhadap Luis Diaz di pengujung laga.
Liverpool butuh kemenangan dengan selisih minimal dua gol pada 19 Maret mendatang jika ingin terus memelihara mimpi mengangkat trofi Si Kuping Besar musim ini.
