Safari Ramadan di Tanete Riaja, Wabup Barru Beberkan Strategi Penurunan Kemiskinan

Wakil Bupati Barru Dr. Ir. Abustan Andi Bintang, M. Si. mengajak masyarakat menjadikan bulan suci Ramadan sebagai momentum untuk memperkuat kebersamaan, meningkatkan keimanan, serta mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat dalam membangun Kabupaten Barru yang lebih maju dan berkelanjutan. Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati saat memberikan sambutan pada kegiatan Safari Ramadan yang digelar bersama masyarakat dan jamaah masjid Rahmat Dusun Pesse Desa Lempang Kec Tanete Riaja, Selasa 10/3/2026. (©Humas Barru)

Barru, Petta – Wakil Bupati Barru, Abustan Andi Bintang, memaparkan sejumlah capaian signifikan pemerintah daerah dalam menekan angka kemiskinan dan pengangguran. Hal itu disampaikan saat menghadiri Safari Ramadan di Masjid Rahmat, Dusun Pesse, Desa Lempang, Kecamatan Tanete Riaja, Selasa (10/3/2026).

Berdasarkan data resmi Badan Pusat Statistik (BPS), dalam satu tahun kepemimpinannya bersama Bupati Andi Ina Kartika Sari, Kabupaten Barru berhasil menunjukkan tren positif pada indikator kesejahteraan sosial.

“Alhamdulillah, melalui berbagai program strategis, kita berhasil menurunkan angka pengangguran dan kemiskinan. Ini adalah hasil dari efisiensi anggaran dan perjuangan kita menjemput dana pusat untuk pembangunan daerah,” ujar Abustan di hadapan jamaah.

Optimalisasi Dana Pusat dan Sektor Unggulan

Abustan menjelaskan bahwa keterbatasan fiskal daerah disiasati dengan lobi intensif ke pemerintah pusat. Hasilnya, Barru mendapatkan alokasi anggaran untuk proyek strategis seperti pembangunan Sekolah Rakyat, pengembangan Kampung Nelayan, hingga perbaikan infrastruktur melalui Inpres Jalan Daerah.

Di sektor ekonomi kerakyatan, Wakil Bupati menyoroti potensi besar kawasan perhutanan sosial di Tanete Riaja, khususnya untuk komoditas kopi. Ia menyayangkan masih banyaknya lahan kosong di sepanjang jalur menuju Dusun Pesse yang belum dimanfaatkan secara produktif.

“Sepanjang jalan menuju ke sini, saya melihat masih banyak lahan tidur. Saya berharap masyarakat mulai memanfaatkannya dengan tanaman produktif. Ke depan, kita menargetkan kopi sebagai komoditas unggulan. Jika dikelola profesional, ini akan menjadi sumber penghasilan besar bagi warga,” tegasnya.

Safari Ramadan sebagai Ruang Dialog

Lebih lanjut, mantan Sekda Barru ini menegaskan bahwa Safari Ramadan bukan sekadar agenda seremonial, melainkan ruang dialog terbuka antara pemerintah dan masyarakat untuk mencari solusi atas berbagai persoalan di tingkat desa.

Ia menekankan pentingnya variabel “saling memahami” antara pemimpin dan rakyat agar program pembangunan dapat berjalan berkelanjutan.

“Jika kita saling memahami dan bekerja bersama, berbagai persoalan bisa diselesaikan. Keberhasilan pembangunan tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi butuh partisipasi aktif Bapak dan Ibu sekalian,” tambah Abustan.

Pesan Ketakwaan dan Kebersamaan

Menutup sambutannya, Abustan mengajak jamaah memanfaatkan sisa Ramadan untuk meningkatkan kualitas ibadah dan memperkuat ukhuwah. Ia berharap momentum bulan suci ini melahirkan pribadi-pribadi yang lebih bertakwa dan peduli terhadap sesama.

Kegiatan ini berlangsung penuh keakraban, dihadiri oleh tokoh masyarakat, tokoh agama, serta aparat pemerintah setempat. Suasana hangat terlihat saat Wakil Bupati berdialog langsung dengan warga usai menunaikan salat Tarawih berjamaah.

Total
0
Shares
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Posts