
Barru, Petta – Upacara Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Kabupaten Barru, Rabu (6/5/2026), mendadak riuh dan emosional. Di tengah khidmatnya barisan, sebuah kejutan terjadi saat Bupati Barru, Andi Ina Kartika Sari, berhasil menghubungkan lapangan upacara langsung dengan Kementerian Pendidikan melalui sambungan virtual.
Momen ini bermula dari ide spontan Bupati sehari sebelumnya. “Saya sedang di bandara karena ketinggalan pesawat, tiba-tiba terpikir, betapa bangganya kita jika ada pesan khusus dari pusat untuk para guru di Barru,” ungkap Andi Ina menceritakan asal mula keberaniannya menghubungi Jakarta.
Meski Menteri Pendidikan sedang dalam perjalanan udara, sambungan berhasil terhubung dengan Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Dr. Fajar Riza Ulhaq.

Kabar Gembira: Tunjangan Rp 2 Juta Cair Langsung
Meski sempat terkendala sinyal yang naik-turun, pesan Mas Wamen, sapaan akrab Fajar Riza berhasil membakar semangat ribuan peserta upacara. Salah satu poin yang disambut sorak sorai paling meriah adalah kebijakan kesejahteraan guru di era Presiden Prabowo Subianto.
“Setiap guru yang telah tersertifikasi akan mendapatkan tunjangan profesi sebesar Rp 2 juta per bulan yang ditransfer langsung ke rekening masing-masing, tanpa dirapel,” tegas Wamendiknas melalui pengeras suara yang terhubung ke ponsel Bupati.
Tak hanya untuk guru, kabar baik juga menyasar jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Untuk pertama kalinya, pemerintah memperluas Program Indonesia Pintar (PIP) ke jenjang PAUD dengan bantuan Rp 450.000 per tahun guna mendongkrak angka partisipasi sekolah sejak dini.
Lobi “Garda Terdepan”: Pasang Badan untuk P3K
Tidak menyia-nyiakan kesempatan “jalur langit” tersebut, Bupati Andi Ina langsung menyampaikan aspirasi krusial terkait nasib tenaga pendidik di daerah. Ia menyoroti aturan pembatasan belanja pegawai maksimal 30 persen pada tahun 2027 yang menghantui banyak daerah.
Dengan nada tegas di hadapan Wamen dan ribuan guru, Andi Ina menyatakan komitmennya untuk tidak mengorbankan honorer atau P3K.
“Jika kebijakan itu diterapkan, kami tidak akan mengorbankan tenaga pendidik P3K. Mereka adalah garda terdepan pendidikan di daerah kami, dan hak-hak mereka akan tetap kami perjuangkan,” ujar Andi Ina yang seketika disambut tepuk tangan riuh dan haru dari para pendidik.
Simbol Sinergi Pusat-Daerah
Interaksi yang berlangsung sekitar 15 menit itu ditutup dengan lambaian tangan massal dari seluruh peserta upacara ke arah layar ponsel Bupati. Bagi para guru di Barru, momen ini bukan sekadar pamer teknologi digitalisasi pendidikan, melainkan bukti nyata bahwa suara mereka didengar langsung oleh pemegang kebijakan di Jakarta.
“Ini adalah rezeki bagi Kabupaten Barru. Tidak setiap hari kita bisa terhubung langsung dengan pusat dalam momen sepenting ini. Ini simbol bahwa Barru tidak berjalan sendiri dalam mencerdaskan bangsa,” tutup Andi Ina dengan mata berkaca-kaca.