
Makassar, Petta – Provinsi Sulawesi Selatan mengukir sejarah baru dalam sistem pertahanan negara. Provinsi ini resmi menjadi daerah pertama di Indonesia yang menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan Komponen Cadangan (Komcad) yang dikhususkan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN).
Sebanyak 500 ASN se-Sulsel resmi ditetapkan sebagai anggota Komcad oleh Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) RI, Donny Ermawan, dalam upacara pengukuhan di Lapangan Karebosi, Makassar, Rabu (13/5/2026). Wakil Bupati Barru, Abustan Andi Bintang, hadir langsung mewakili Bupati Andi Ina Kartika Sari sebagai bentuk komitmen pertahanan daerah.
“Selamat kepada Sulawesi Selatan yang sudah menjadi pionir, karena belum ada pemerintah provinsi lain yang melaksanakan kegiatan (Komcad ASN) seperti ini. Ini yang pertama di Indonesia,” ujar Wamenhan Donny Ermawan saat membacakan amanatnya.
Kontribusi Nyata “Bumi Hibrida”
Penetapan Komcad ASN tahun 2026 ini melipatkan gandakan kekuatan teritorial di tingkat daerah. Kabupaten Barru sendiri meloloskan dua ASN terbaiknya dari Dinas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Pemadam Kebakaran (Damkar), dan Penyelamatan untuk digembleng dalam latihan fisik dan mental semi-militer tersebut.
Dengan bertambahnya dua personel baru ini, Kabupaten Barru tercatat telah memiliki total 37 anggota Komponen Cadangan yang tersebar di berbagai lini. Jajaran kekuatan bela negara asal Barru ini terbentuk secara bertahap melalui tiga gelombang rekrutmen:
- Tahun 2022: 7 orang anggota Komcad Jalur Reguler.
- Tahun 2025: 28 orang anggota Komcad Jalur SPPI.
- Tahun 2026: 2 orang anggota Komcad Jalur ASN.
“Pemerintah Kabupaten Barru sangat mendukung program strategis nasional ini. Keikutsertaan ASN kita menjadi bukti bahwa abdi negara di daerah tidak hanya siap melayani administrasi publik, tetapi juga siap pasang badan untuk kedaulatan NKRI,” tutur Wakil Bupati Barru, Abustan Andi Bintang.
Sistem Pertahanan Semesta
Wamenhan menegaskan bahwa berdasarkan amanat Pasal 30 UJD 1945, pertahanan negara bukan merupakan tugas eksklusif TNI dan Kemenhan semata, melainkan hak dan kewajiban seluruh warga negara melalui sistem pertahanan rakyat semesta.
Senada dengan hal tersebut, Gubernur Sulsel yang mendampingi Wamenhan menyebutkan bahwa pembentukan Komcad di kalangan birokrasi bertujuan untuk menanamkan kedisiplinan tingkat tinggi, loyalitas mutlak kepada negara, serta kesiapsiagaan nasional yang linier dengan budaya kerja ASN yang produktif.
Upacara penetapan ditutup dengan aksi memukau berupa demonstrasi ketangkasan taktis, keterampilan bela diri, serta kirab baris-berbaris pasukan Komcad ASN di hadapan para kepala daerah dan jajaran Forkopimda se-Sulawesi Selatan.
