
Barru, Petta – Pemerintah Kabupaten Barru terus mendorong transformasi pengelolaan pendapatan daerah berbasis digital. Komitmen tersebut ditegaskan melalui pelaksanaan High Level Meeting (HLM) Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) yang dirangkaikan dengan peluncuran penggunaan QRIS pada layanan pasar serta Klinik Pendapatan Tahun 2025.
Kegiatan yang berlangsung di Baruga Pettu Adae, Lantai VI Mal Pelayanan Publik (MPP) Kantor Bupati Barru, Selasa (30/12/2025), dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Barru, Dr. Ir. Abustan A. Bintang, M.Si., mewakili Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari, S.H., M.Si.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati menekankan bahwa HLM TP2DD bukan sekadar forum seremonial, melainkan ruang strategis untuk mengevaluasi kinerja Pendapatan Asli Daerah (PAD) sekaligus mendorong sistem pengelolaan pendapatan yang lebih transparan dan akuntabel.
“Pendapatan Asli Daerah memiliki peran yang sangat penting dalam mendukung pembiayaan pembangunan serta peningkatan kualitas pelayanan publik di Kabupaten Barru,” ujarnya.
Realisasi PAD Capai di Atas 94 Persen
Wakil Bupati memaparkan capaian pendapatan daerah hingga Triwulan IV Tahun 2025. Untuk sektor pajak daerah, realisasi tercatat sebesar Rp36,77 miliar dari target Rp38,92 miliar atau sekitar 94,38 persen. Sementara itu, retribusi daerah terealisasi Rp65,29 miliar dari target Rp69,30 miliar atau sekitar 94,21 persen.
Menurutnya, capaian tersebut patut diapresiasi, namun tetap memerlukan evaluasi berkelanjutan agar potensi pendapatan dapat dioptimalkan melalui perbaikan sistem pemungutan dan penguatan pengawasan.
Adapun realisasi Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) mencapai Rp6,04 miliar dari target Rp6,54 miliar atau sekitar 95,11 persen. Wakil Bupati menegaskan pentingnya peran aktif pemerintah kecamatan, desa, dan kelurahan dalam mendorong kepatuhan wajib pajak.
“PBB-P2 sangat bergantung pada kerja kolektif di lapangan. Sinergi aparatur wilayah menjadi kunci peningkatan realisasi ke depan,” katanya.
QRIS Pasar dan Klinik Pendapatan Diluncurkan
Sebagai bagian dari percepatan digitalisasi transaksi pemerintah daerah, Pemkab Barru secara resmi meluncurkan penggunaan QRIS pada layanan pasar. Langkah ini diharapkan dapat memudahkan masyarakat dan pedagang dalam bertransaksi sekaligus meningkatkan akurasi pencatatan penerimaan retribusi.
“Digitalisasi melalui QRIS akan membantu meminimalkan potensi kebocoran dan menciptakan sistem pembayaran yang lebih efisien di sektor ekonomi kerakyatan,” jelas Wakil Bupati.
Selain itu, Klinik Pendapatan turut diluncurkan sebagai wadah konsultasi dan pendampingan bagi perangkat daerah dalam menyelesaikan berbagai persoalan pendapatan secara kolaboratif.
“Klinik Pendapatan ini diharapkan menjadi ruang berbagi solusi, inovasi, dan praktik terbaik dalam meningkatkan PAD secara berkelanjutan,” tambahnya.
Penghargaan untuk Wajib Pajak dan Pemungut Berprestasi
Pada kesempatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Barru juga menyerahkan penghargaan kepada wajib pajak dan pemungut pajak daerah dari berbagai kategori sebagai bentuk apresiasi atas kepatuhan dan kontribusi nyata dalam mendukung optimalisasi PAD.
Wakil Bupati menegaskan bahwa pengelolaan pendapatan daerah merupakan tanggung jawab bersama seluruh perangkat daerah, bukan hanya Badan Pendapatan Daerah semata.
“Melalui forum ini, saya berharap terbangun komitmen bersama dan langkah konkret untuk mewujudkan pengelolaan pendapatan daerah yang modern, transparan, dan berkelanjutan demi kemajuan Kabupaten Barru,” pungkasnya.
