
Petta – Rumah produksi Imajinari kembali menghadirkan karya terbarunya lewat film berjudul “Operasi Pesta Copet”. Film ini menjadi debut penyutradaraan Edy Khemod, drummer grup musik Seringai, yang sebelumnya dikenal lewat proyek film bertajuk “Operasi Pesta Pora”.
Film bergenre drama komedi ini diproduseri oleh Ernest Prakasa, Dipa Andika, James Erlangga, dan Iqbaal Ramadhan. Sementara itu, Ernest Prakasa, Dipa Andika, serta Rizki Aulia atau yang akrab disapa Kiki Ucup turut bertindak sebagai produser eksekutif.
“Operasi Pesta Copet” dibintangi oleh Iqbaal Ramadhan sebagai Ijal, Kristo Immanuel sebagai Adut, Zulfa Maharani sebagai Tia, dan Kawai Labiba sebagai Melodi. Keempatnya berperan sebagai komplotan pencopet yang nekat menjalankan aksinya di tengah keramaian festival musik.

Cerita Berlatar Festival Pestapora
Film ini mengangkat latar festival musik Pestapora, salah satu festival musik terbesar di Indonesia, sebagai lokasi utama aksi pencopetan yang dilakukan para tokoh utama. Kisahnya berfokus pada empat pencopet muda yang berencana melancarkan aksi di tengah ribuan penonton konser.
Produser Ernest Prakasa mengungkapkan bahwa produksi film ini menjadi salah satu proyek paling menantang yang pernah digarap Imajinari.
“Operasi Pesta Copet menjadi produksi Imajinari yang paling nekat sejauh ini. Film dengan set festival asli Pestapora dengan puluhan ribu penonton, yang menceritakan tentang operasi copet di konser,” ungkap Ernest.
Menurut Ernest, tantangan teknis pengambilan gambar muncul karena syuting dilakukan di sejumlah lokasi yang tidak mudah, mulai dari pinggir rel kereta api, studio dengan 500 figuran, hingga di tengah kerumunan sekitar 30.000 penonton festival musik Pestapora.
“Ketika pertama kali denger konsep film ini dari @edykhemod, yang terlintas di kepala gw & @dipaaa adalah: ‘GIMANA CARA SUTINGNYA?!’,” tulis Ernest melalui akun media sosialnya.
Alasan Pergantian Judul
Judul film ini sempat berubah dari “Operasi Pesta Pora” menjadi “Operasi Pesta Copet”. Ernest menjelaskan bahwa perubahan ini dilakukan agar calon penonton bisa langsung memahami inti cerita film hanya dari judulnya.
“Supaya orang langsung tahu apa yang ditonton dengan membaca judulnya,” kata Ernest.
Sutradara Edy Khemod menambahkan bahwa fokus cerita memang ingin diarahkan pada fenomena pencopetan sebagai isu sosial, bukan semata soal hingar-bingar festival musik.
“Judul ini, kami pengin fokusnya soal copetnya, fenomena sosialnya, lebih ke individunya. Yang mau kita soroti adalah soal karakter. Dan ingin ke fenomena sosialnya ketika nanti kita tonton gitu,” ucap Khemod.
Ernest juga membantah anggapan bahwa pergantian judul ini berkaitan dengan kontroversi yang sempat mencuat di Pestapora 2025.
“Jadi kita ngegantinya bukan karena itu. Jadi ya jujur apa adanya memang seperti itu sih,” jelasnya.
Bintang Tamu dan Jadwal Tayang
Selain empat pemeran utama, film ini turut menghadirkan aktor Dewa Dayana dalam peran yang masih dirahasiakan, serta kemunculan spesial Vincent Rompies sebagai kameo yang memerankan dirinya sendiri.
Trailer resmi film ini telah dirilis melalui akun Instagram @ernestprakasa dan laman IMDb pada Jumat (3/7/2026). Dalam salah satu adegan trailer, karakter Ijal mengajak Adut menyusun rencana pencopetan.
“Ini gue sendiri aja dapat tiga, gimana kalau gua berdua sama lu?” ucap Ijal dalam cuplikan tersebut.
“Operasi Pesta Copet” dijadwalkan tayang serentak di bioskop seluruh Indonesia mulai 27 Agustus 2026.