Tips Aman Nobar Piala Dunia, Begadang Tetap Jalan Kesehatan Tak Terkorbankan

Ilustrasi nontong bareng. (©Magnific/Lifestyle Memory)

Petta – Jadwal Piala Dunia 2026 yang banyak jatuh pada tengah malam hingga dini hari waktu Indonesia membuat penggemar sepak bola dihadapkan pada pilihan sulit: tidur nyenyak atau menyaksikan tim favorit berlaga. Ditambah kebiasaan ngemil yang lekat dengan momen nonton bareng (nobar), risiko gangguan kesehatan pun mengintai jika tidak disiasati dengan tepat.

Kabar baiknya, menonton Piala Dunia tidak harus berarti mengorbankan kesehatan. Sejumlah dokter membagikan cara agar tubuh tetap bugar meski harus begadang demi laga dini hari.

Cicil Jam Tidur Sebelum Begadang

Dokter Raissa, sebagaimana dilansir Antara, menyarankan agar orang dewasa tetap mengusahakan total tidur sekitar 6-8 jam per hari, meskipun harus bangun tengah malam untuk menonton bola. Caranya, tidur lebih awal pada malam sebelum jadwal pertandingan dini hari agar jam tidur yang hilang bisa “dicicil” lebih dulu.

Manfaatkan Power Nap di Siang Hari

Selain tidur lebih awal, tidur singkat atau power nap selama 20-30 menit di siang hari juga bisa membantu mengembalikan energi yang terkuras akibat begadang semalaman. Cara ini cukup efektif untuk mencegah rasa kantuk berlebihan keesokan harinya, terutama bagi yang tetap harus bekerja atau sekolah seperti biasa.

Pilih Camilan yang Lebih Bersahabat

Saat begadang, tubuh cenderung lebih mudah lapar akibat perubahan hormon yang mengatur rasa kenyang. Karena itu, penting memperhatikan asupan makanan agar tidak asal kalap. Mengutamakan makanan seimbang dan cukup minum air dapat membantu tubuh tidak mudah lelah atau dehidrasi selama menonton pertandingan. Mengganti camilan tinggi gula dan minyak dengan pilihan seperti kacang-kacangan, buah, atau camilan berprotein juga membantu rasa kenyang bertahan lebih lama.

Kurangi Kafein dan Paparan Layar Berlebihan

Banyak orang mengandalkan kopi atau minuman berkafein agar tetap melek saat begadang. Namun, dr. Raissa mengingatkan agar konsumsinya tidak berlebihan sebab kafein yang terlalu banyak bisa menyebabkan jantung berdebar, cemas, tremor, gangguan lambung, hingga tekanan darah naik, bahkan berpotensi membuat kualitas tidur semakin buruk setelahnya. Mengurangi penggunaan gadget atau paparan cahaya terang sebelum tidur juga disarankan agar tubuh lebih mudah beristirahat.

Gerak Ringan Saat Jeda Pertandingan

Ketua Program Studi S2 Biomedis Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Dr. dr. Sinu Andhi Jusup, menambahkan bahwa gerakan ringan saat jeda pertandingan dapat membantu mengurangi rasa kantuk sekaligus menjaga sirkulasi tubuh tetap lancar selama menonton pertandingan malam hari.

Dokter Raissa menegaskan, sesekali begadang untuk momen tertentu seperti Piala Dunia sebenarnya wajar-wajar saja. Yang perlu diwaspadai adalah jika kebiasaan itu berlangsung terus-menerus tanpa jeda sepanjang turnamen, sebab hal tersebut yang berpotensi berdampak buruk bagi kesehatan dalam jangka panjang.

Dengan strategi tidur yang tepat, camilan yang lebih sehat, dan sedikit gerak tubuh di sela pertandingan, semangat mendukung tim favorit di Piala Dunia 2026 tetap bisa tersalurkan tanpa harus menukarnya dengan kondisi tubuh yang drop.

Total
0
Shares
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Posts