Jadi Pilot Project Nasional, Bupati Barru Targetkan Sekolah Rakyat Tampung 1.000 Siswa

Pemerintah Kabupaten Barru menggelar kegiatan Silaturahmi Siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi 65 Barru yang dirangkaikan dengan penerimaan rapor serta penutupan Pesantren Ramadan, Kegiatan tersebut berlangsung di Baruga Singkerru Ada’e, Rumah Jabatan Bupati Barru, Sabtu (14/03/2026). (©Humas Barru)

Barru, Petta – Pemerintah Kabupaten Barru mempertegas komitmennya dalam memutus rantai kemiskinan melalui jalur pendidikan. Hal ini terungkap dalam kegiatan Silaturahmi Siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi 65 Barru yang digelar di Baruga Singkerru Ada’e, Sabtu (14/03/2026).

Sekolah Rakyat Terintegrasi merupakan program nasional gagasan Presiden Prabowo Subianto yang diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera agar mendapatkan fasilitas pendidikan berasrama secara gratis dan menyeluruh.

Bupati Barru, Andi Ina Kartika Sari, mengungkapkan rasa bangganya karena Barru terpilih menjadi salah satu daerah rintisan dari total ratusan kabupaten/kota di Indonesia.

“Dari 514 kabupaten/kota di Indonesia, hanya 16 daerah yang mendapatkan program Sekolah Rakyat ini, dan Kabupaten Barru menjadi salah satunya. Ini adalah kesempatan besar yang harus dimanfaatkan dengan baik,” ujar Andi Ina di hadapan para siswa dan orang tua.

Rencana Ekspansi dan Fasilitas Permanen

Meski saat ini masih berstatus rintisan dengan kapasitas 100 siswa, Pemkab Barru telah menyiapkan langkah strategis untuk memperbesar daya tampung sekolah tersebut. Pemerintah daerah telah menyediakan lahan seluas 7 hektare yang dipersiapkan untuk pembangunan kampus permanen.

“Kita sudah siapkan lahan sekitar 7 hektare untuk pembangunan sekolah permanen yang nantinya dapat menampung hingga 1.000 siswa,” tambah Andi Ina.

Pembangunan tersebut nantinya tidak hanya mencakup ruang kelas, tetapi juga dilengkapi fasilitas olahraga dan asrama yang memadai guna mencetak generasi muda berkualitas yang siap bersaing.

Sistem Pembinaan Terintegrasi

Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 65 Barru, Haris, S.Pd, M.Pd., menjelaskan bahwa saat ini terdapat 96 siswa yang menjalani pembinaan intensif. Seluruh siswa diwajibkan tinggal di asrama dengan jadwal yang telah terstruktur rapi, mulai dari penguatan ibadah hingga kegiatan akademik.

“Seluruh siswa tinggal di asrama dan menjalani kegiatan yang terjadwal dengan baik, mulai dari pembinaan ibadah seperti salat tahajud, kegiatan belajar mengajar, hingga berbagai aktivitas pengembangan diri,” jelas Haris.

Selain kurikulum formal, sekolah ini juga mulai merancang inovasi agrikultur dengan rencana pengembangan kebun stroberi di lingkungan sekolah sebagai sarana edukasi praktis bagi siswa.

Investasi Masa Depan

Dalam acara yang dirangkaikan dengan penerimaan rapor dan penutupan Pesantren Ramadan tersebut, Bupati Andi Ina juga menyerahkan bantuan uang transportasi kepada seluruh siswa. Ia berpesan agar keterbatasan ekonomi tidak menjadi penghalang bagi mereka untuk bermimpi besar.

“Belajarlah dengan sungguh-sungguh. Kalian adalah generasi masa depan. Siapa tahu dari sini ada yang menjadi bupati, kepala dinas, bahkan pemimpin bangsa,” pesannya yang disambut haru oleh para orang tua siswa.

Total
0
Shares
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Posts