PSM Makassar Satu-satunya Klub Super League yang Masih Disanksi FIFA

FIFA

Makassar, Petta – Kompetisi BRI Super League 2026/2027 sebentar lagi bergulir. Namun, beberapa klub Tanah Air ternyata masih bersinggungan dengan sanksi FIFA Registration Bans jelang musim baru dimulai.

Sanksi tersebut membuat klub yang terkena dilarang mendaftarkan pemain baru untuk kompetisi resmi. Perkembangan status hukuman ini bisa dipantau langsung melalui laman resmi FIFA Registration Bans.

Kabar baik justru datang dari Persib Bandung. Juara BRI Super League tiga musim beruntun itu akhirnya lolos dari jeratan sanksi usai sempat masuk daftar hitam pada 10 Agustus lalu.

Persib Bandung Akhirnya Bebas

Sanksi terhadap Persib sebenarnya berkaitan dengan perkara lama, yakni kewajiban klub kepada mantan pelatih mereka, Robert Rene Alberts. Masalah ini sempat membuat Bobotoh, sebutan suporter Persib, was-was jelang musim baru.

Untungnya, embargo tersebut hanya bertahan satu hari. Manajemen segera menuntaskan kewajiban pembayaran sesuai putusan yang menjadi dasar perkara itu.

“FIFA Registration Ban … telah resmi dicabut secara permanen oleh FIFA,” demikian pernyataan resmi PT Persib Bandung Bermartabat. Dengan begitu, Persib kini bebas mendaftarkan pemain baru tanpa hambatan.

Lima Klub Masih Terjerat Sanksi

Sayangnya, kabar gembira Persib belum diikuti klub lain. Berdasarkan pantauan terbaru, masih ada lima klub Indonesia yang tercatat dalam daftar FIFA Registration Bans.

Di level tertinggi, hanya PSM Makassar yang tersisa sebagai klub Super League dengan status terhukum. Klub berjuluk Juku Eja itu bahkan mengoleksi dua sanksi sekaligus, masing-masing berdurasi tiga periode embargo.

Sanksi pertama PSM dijatuhkan pada 22 Mei 2026 akibat tunggakan gaji mantan pemain. Selanjutnya, sanksi kedua menyusul pada 7 Juli 2026, diduga kuat karena persoalan internal klub yang belum tuntas.

Sementara itu, empat klub lain yang masih disanksi seluruhnya berasal dari luar Super League. Berikut daftar lengkapnya:

  1. PSM Makassar (Super League) – 2 sanksi, masing-masing 3 periode
  2. PSBS Biak (Championship) – 13 sanksi, terbanyak di antara klub lain
  3. Sriwijaya FC (Championship) – 1 sanksi
  4. Kalteng Putra (Championship) – 1 sanksi
  5. Persiwa Wamena (Championship) – 1 sanksi

PSBS Biak, klub yang baru terdegradasi dari Super League, tercatat sebagai pemegang sanksi terbanyak. Sementara itu, tiga klub lainnya masing-masing hanya mengantongi satu catatan pelanggaran.

PSM Terancam Tak Bisa Mainkan Pemain Baru

Situasi ini tentu menyulitkan PSM dalam mempersiapkan skuad terbaik. Pasalnya, klub asal Sulawesi Selatan itu sejatinya sudah cukup aktif berbelanja di bursa transfer musim panas ini.

Setidaknya, PSM telah mendatangkan lima pemain asing baru, yaitu Stefan Jevtoski, Luka Bulatovic, Nenad Lalic, Navarone Foor, dan Sergio Aguero. Selain itu, tiga pemain lokal turut bergabung, termasuk Henhen Herdiana yang didatangkan secara pinjaman dari Persib Bandung.

Di sisi kepelatihan, PSM juga sudah resmi mengamankan Darije Kalezic sebagai nakhoda baru. Meski begitu, seluruh pemain anyar tersebut tetap terancam tidak bisa didaftarkan apabila sanksi belum juga dituntaskan.

Beberapa waktu yang lalu, manajemen PSM berjanji akan menyelesaikan perkara ini dan menjadikannya pelajaran untuk menyambut musim kompetisi Super League 2026/2027.

“Kami sudah menyusun perencanaan jauh-jauh hari dan itu kita sudah bahas dengan pelatih kepala dan jadi tanggung jawab kami di manajemen. Insyaallah sanksi FIFA ini akan kami selesaikan,” ucap Manajer PSM Makassar, Muhammad Nur Fajrin saat konferensi pers di Makassar Creative Hub (MCH) Pantai Losari, Minggu (19/7/2026).

Kondisi ini menjadi pekerjaan rumah mendesak bagi manajemen PSM. Sebab, kompetisi Super League 2026/2027 sudah semakin dekat, sementara jendela pendaftaran pemain turut memiliki batas waktu tersendiri.

Daftar lengkap sanksi FIFA https://knowledge.fifa.com/registration-bans

Total
0
Shares
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Posts

Lebih Dekat ke Masyarakat

Jangkau audiens lebih luas dan tepat sasaran melalui iklan di website kami