

Makassar, Petta – Fenomena kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) memicu penurunan kualitas udara di Kota Makassar selama beberapa pekan terakhir. Kondisi lingkungan yang memburuk ini memantik perhatian serius dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar.
Anggota Komisi D DPRD Kota Makassar, Adi Akbar, meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar untuk meningkatkan kewaspadaan secara masif. Ia mendesak Pemkot agar segera menerbitkan surat edaran resmi bagi seluruh warga masyarakat.
Surat edaran tersebut bertujuan mengimbau warga agar selalu menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah. Langkah preventif ini dinilai sangat krusial guna mengurangi risiko dampak buruk akibat paparan polusi udara.
“Ini perlu menjadi atensi pemerintah. Setidaknya, pemerintah bisa mengimbau seluruh warga Kota Makassar, terutama untuk menggunakan masker saat keluar rumah,” kata Adi Akbar, Rabu (14/10/2026).
Menurutnya, edaran resmi dari pemerintah daerah sangat dibutuhkan oleh masyarakat luas saat ini. Langkah tersebut akan memastikan informasi mengenai penurunan kualitas udara dan upaya pencegahannya dapat menjangkau seluruh lapisan warga.
Imbau Waspada Korsleting Listrik dan Kompor Gas
Selain ancaman kabut asap, Adi Akbar juga mengingatkan masyarakat mengenai potensi bencana kebakaran pemukiman. Pasalnya, cuaca panas terik serta lingkungan yang mengering akibat kemarau panjang meningkatkan risiko kebakaran secara signifikan.
Oleh sebab itu, ia meminta warga lebih teliti dalam memeriksa instalasi listrik di rumah masing-masing. Langkah antisipasi dini ini sangat penting demi mencegah bahaya korsleting atau arus pendek listrik.
“Di tengah kemarau yang berkepanjangan ini, kita berharap seluruh warga Kota Makassar lebih berhati-hati, terutama terhadap arus pendek listrik,” ungkapnya.
Di samping masalah instalasi listrik, Adi Akbar menyoroti penggunaan kompor gas elpiji tiga kilogram yang membutuhkan perhatian ekstra. Ia mengimbau warga untuk selalu memastikan kondisi kompor serta area dapur aman sebelum meninggalkan rumah.
Sebelumnya, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin juga memberikan perhatian serius terhadap masalah kabut asap dan penurunan kualitas udara ini. Pria yang akrab disapa Appi itu instruksikan jajarannya bergerak cepat melindungi kesehatan kelompok rentan, seperti anak-anak, lansia, hingga ibu hamil.