

Makassar, Petta – Ketua DPRD Kota Makassar, Supratman, meminta orang tua meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas dan pergaulan anak untuk mencegah keterlibatan dalam aksi geng motor dan tawuran.
Menurut Supratman, persoalan keamanan di Makassar tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah dan kepolisian. Keterlibatan keluarga serta masyarakat diperlukan agar upaya pencegahan berjalan lebih efektif.
“Jadi, kalau persoalan geng motor, maka tidak boleh sepenuhnya menjadi tanggung jawab besar pihak kepolisian dan pemerintah,” kata Supratman, Senin (19/10/2026), seperti diberitakan Newsurban.id.
Politikus Partai Nasdem itu menilai, luasnya wilayah Kota Makassar dan keterbatasan jumlah aparat menjadi alasan penting bagi masyarakat untuk ikut menjaga keamanan lingkungan.
Karena itu, ia meminta orang tua lebih memperhatikan aktivitas anak, termasuk lingkungan pertemanan dan kegiatan mereka ketika berada di luar rumah.
Supratman Soroti Peran Orang Tua
Supratman mengingatkan bahwa pengawasan keluarga merupakan salah satu langkah pencegahan agar anak tidak terlibat dalam aksi yang membahayakan diri sendiri maupun orang lain.
Ia mempertanyakan efektivitas pengamanan apabila seluruh tanggung jawab hanya diserahkan kepada aparat.
“Kalau orang tua tidak mampu menjaga anaknya, seberapa besar kekuatan kepolisian untuk menjaga keamanan kita di Kota Makassar? Wilayah kita ini cukup besar, kemudian aparatur kita terbatas,” ujarnya.
Menurut Supratman, penanganan geng motor membutuhkan pembagian peran yang jelas. Pemerintah kota berperan dalam kebijakan, kepolisian menjalankan tugas pengamanan dan penegakan hukum, sedangkan DPRD menjalankan fungsi pengawasan.
Di sisi lain, masyarakat perlu mengambil bagian melalui pengawasan sosial. Peran orang tua menjadi penting karena keluarga merupakan lingkungan terdekat bagi anak.
Polisi Tetap Diminta Bertindak Tegas
Meski menekankan pentingnya pencegahan, Supratman tetap meminta kepolisian menindak tegas pelaku geng motor yang mengganggu keamanan masyarakat.
“Saya pikir dari kemarin Pak Kapolrestabes sudah menyampaikan bahwa pelaku geng motor bisa ditindak tegas. Apalagi dengan kondisi sekarang ini sudah agak rawan,” tuturnya.
Ia menegaskan, keterlibatan masyarakat bukan berarti mengurangi tanggung jawab kepolisian. Sebaliknya, dukungan keluarga dan lingkungan diharapkan dapat memperkuat upaya aparat dalam mencegah serta menangani aksi kekerasan.
“Ini adalah tanggung jawab kita bersama, baik itu DPRD, pemerintah kota, maupun pihak kepolisian. Tapi bukan berarti masyarakat tidak harus terlibat. Justru masyarakat yang harus dilibatkan lebih besar dalam hal seperti ini, utamanya para orang tua,” jelas Supratman.
Melalui kolaborasi pemerintah, kepolisian, DPRD, dan masyarakat, ia berharap pencegahan aksi geng motor dapat berjalan lebih optimal. Dengan demikian, keamanan dan ketertiban warga Makassar dapat lebih terjaga.