

MAROS, Petta – Limbah bambu yang selama ini dianggap sampah berpotensi menjadi sumber penghasilan warga. Gagasan itu dibawa Program Studi Rekayasa Kehutanan, Fakultas Kehutanan Universitas Hasanuddin (Unhas), ke Lingkungan Baniaga, Kelurahan Taroada, Kabupaten Maros, Sabtu (24/10/2026).
Kegiatan itu merupakan bagian dari program pengabdian kepada masyarakat. Para dosen memadukan edukasi ilmu kehutanan, pelatihan pengolahan bambu, serta pemberian bibit pohon dan sarana pertanian. Pendekatan tersebut mereka arahkan untuk menambah pengetahuan warga dalam memanfaatkan sumber daya di sekitar tempat tinggalnya.
Ketua Program Studi Rekayasa Kehutanan Unhas, Andi Sri Rahayu Diza Lestari, menyebut kunjungan itu sebagai ruang berbagi pengetahuan. Menurut dia, warga belajar mengolah bambu secara optimal. Dengan begitu, material yang sebelumnya kurang dimanfaatkan dapat menjadi produk yang lebih bernilai guna.
Merawat Bambu Laminasi agar Tahan Jamur
Pelatihan teknis diberikan dosen Rekayasa Kehutanan Unhas, Sahriyanti Saad. Ia memaparkan cara merawat produk bambu laminasi untuk mencegah pertumbuhan dan serangan jamur. Menurut rilis kegiatan itu, pengetahuan tersebut memberi pemahaman praktis tentang pentingnya perawatan material agar kualitas dan ketahanan produk olahan bambu terjaga.
Sebelumnya, pada Agustus 2026, dosen di program studi yang sama telah memperkenalkan laminasi bambu terwarnai. Inovasi itu mereka kenalkan kepada masyarakat di sekitar Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Hutan Pendidikan Fakultas Kehutanan Unhas. Teknologi tersebut disebut memperluas pemanfaatan bambu sebagai bahan baku kerajinan dan produk kreatif.
Selain pelatihan, tim Unhas memberikan dukungan langsung bagi lingkungan dan pertanian warga. Andi Detti Yunianti, yang mewakili program studi, menyerahkan bibit pohon dan peralatan pertanian. Bantuan itu ditujukan untuk penghijauan, pemulihan ekosistem, dan pelestarian keanekaragaman hayati lokal. Sarana pertanian tersebut juga diharapkan menunjang pengelolaan lingkungan dan kemandirian petani.
Warga Berharap Pendampingan Berlanjut
Kehadiran tim Unhas disambut positif pemerintah dan tokoh masyarakat setempat. Kepala Lingkungan Baniaga, Abdul Asis Bangun, menyampaikan rasa syukur atas perhatian kampus. “Kehadiran Fakultas Kehutanan Unhas memberikan harapan besar bagi wilayah kami,” ujarnya. Ia berharap kegiatan serupa terus menjangkau warga dan memberi manfaat nyata bagi lingkungan.
Harapan senada datang dari Ketua RT 02 RW 06 Lingkungan Baniaga, Salma. Ia mengapresiasi dosen dan mahasiswa yang berbagi pengetahuan langsung dengan warga. “Kami berharap ini bukan cuma sekali ini saja, tetapi ada bimbingan yang lebih lanjut,” kata Salma. Menurut dia, bimbingan lanjutan penting agar material yang dianggap sampah dapat bernilai ekonomi bagi warga.
Program studi menilai kegiatan ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Tiga tujuan yang disebut adalah pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi (SDG 8), konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab (SDG 12), serta ekosistem daratan (SDG 15). Ke depan, Unhas berharap kemitraan dengan warga Taroada terus berkembang lewat pendampingan berkelanjutan.