

MAKASSAR, Petta – Mahasiswa Universitas Hasanuddin (Unhas) meraih tiga penghargaan dalam ajang Statistika Ria dan Festival Sains Data (Satria Data) 2026. Capaian tersebut menempatkan Unhas di peringkat kelima perguruan tinggi dengan raihan prestasi terbanyak dalam kompetisi nasional tersebut.
Tiga penghargaan itu diperoleh melalui dua cabang lomba, yakni National Statistics Competition (NSC) dan Statistics Infographic Competition (SIC). Unhas mengirimkan tiga tim finalis yang bersaing dengan peserta dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.
Satria Data 2026 berlangsung pada 25–29 Oktober 2026 di Universitas Diponegoro, Semarang. Sebanyak 48 tim dari 19 perguruan tinggi berhasil melaju ke babak final.
Tiga penghargaan dari dua kategori
Dalam kompetisi tersebut, mahasiswa Unhas meraih Juara 3 pada kategori NSC melalui La Ode Abdul Aziz dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA).
Sementara itu, pada kategori SIC, tim yang terdiri atas Kamelia dan Syarifa Nihlah Mustamin dari FMIPA serta Nurfadhillah Ramadhani dari Fakultas Teknologi Pertanian (FATETA) meraih Juara 3.
Penghargaan lainnya berupa Juara Harapan 1 kategori SIC diraih oleh Alfiah Rupaidah, Muhammad Surya Pratama, dan Nur Azizah Elfitrah Pasya. Ketiganya merupakan mahasiswa FMIPA Unhas.
Dengan demikian, seluruh penghargaan yang diraih Unhas berasal dari kompetisi statistik dan infografik. Capaian ini sekaligus menunjukkan keterlibatan mahasiswa lintas fakultas dalam kompetisi bidang pengolahan dan penyajian data.
Unhas apresiasi capaian mahasiswa
Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Unhas, Prof. Muhammad Ruslin, mengapresiasi mahasiswa yang telah mengikuti rangkaian kompetisi hingga berhasil mencapai babak final dan membawa pulang penghargaan.
Menurut dia, prestasi tersebut menunjukkan kemampuan mahasiswa Unhas untuk bersaing dalam kompetisi akademik tingkat nasional, khususnya pada bidang statistika dan sains data.
“Capaian ini membuktikan bahwa mahasiswa Unhas memiliki kapasitas untuk bersaing dalam kompetisi akademik nasional, khususnya pada bidang yang semakin penting dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Kemampuan mengolah dan menganalisis data juga merupakan kompetensi strategis dalam menghadapi tantangan era transformasi digital,” kata Prof. Ruslin.
Satria Data merupakan kompetisi nasional yang diselenggarakan oleh Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa), Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Ajang ini menjadi wadah pengembangan kemampuan mahasiswa dalam bidang statistika dan sains data. Kompetisi tersebut mencakup empat cabang, yaitu NSC, SIC, Statistics Essay Competition (SEC), dan Big Data Challenge (BDC).
Melalui kompetisi ini, mahasiswa didorong mengembangkan kemampuan analisis, pengolahan, serta penyajian data secara kreatif dan inovatif.