
Barru, Petta – Pemerintah Kabupaten Barru menegaskan komitmennya dalam memperluas akses pendidikan berkualitas bagi kelompok masyarakat rentan. Intervensi pendidikan dinilai menjadi instrumen paling rasional untuk mendongkrak mobilitas sosial vertikal warga dari kategori prasejahtera.
Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Bupati Barru Abustan Andi Bintang saat menghadiri kegiatan Open House 1 Tahun Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) 65 Kabupaten Barru yang digelar di lingkungan sekolah tersebut, Desa Harapan, Kecamatan Tanete Riaja, Sabtu (20/6/2026).
“Tujuan sekolah ini adalah mengubah hidup yang biasa-biasa menjadi hidup yang luar biasa. Anak-anak kita ini kelak harus menjadi orang hebat, menjadi pemimpin, pengusaha, bahkan tidak menutup kemungkinan menjadi bupati, kapolres, atau presiden,” ujar Abustan Andi Bintang dalam sambutannya.

Fokus pada Anak Miskin Ekstrem Desil 1 dan 2
Abustan, yang memiliki latar belakang kajian akademik tentang penanggulangan kemiskinan, menjelaskan bahwa fasilitas asrama dan pembiayaan penuh di SRT Barru sengaja didesain untuk meringankan beban domestik keluarga kurang mampu.
Saat ini, total peserta didik SRT di Kabupaten Barru dari seluruh jenjang telah mencapai kisaran 270 siswa.
“Yang paling kuat untuk mengubah masyarakat miskin menjadi tidak miskin adalah pendidikan. Karena itu, kesempatan yang diperoleh anak-anak di SR ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya,” tegas mantan Sekretaris Daerah Barru tersebut.
Sementara itu, Kepala SRT 65 Kabupaten Barru Haris menjelaskan bahwa rekrutmen peserta didik di sekolah ini menerapkan klasterisasi yang ketat. Sekolah ini secara khusus membidik anak-anak yang masuk dalam basis data kemiskinan ekstrem kategori desil 1 dan desil 2 (masyarakat dengan tingkat kesejahteraan terendah).
“Sekolah Rakyat berbeda dengan sekolah reguler karena secara khusus diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu,” jelas Haris.
Kampus Permanen Ditargetkan Rampung Juli 2026
Haris menambahkan bahwa agenda open house ini digelar serentak di seluruh Indonesia sebagai penanda satu tahun berjalannya program prioritas nasional tersebut.
Terkait infrastruktur, pihak sekolah tengah mengawal pembangunan kampus permanen Sekolah Rakyat di kawasan Lawallu yang ditargetkan rampung pada Juli 2026. Kampus baru ini dibangun mengacu pada standar nasional dengan kelengkapan fasilitas utilitas air bersih hingga jaringan listrik terintegrasi.
Mengingat tata kelola anggaran SRT dipantau langsung oleh kementerian terkait dan aparat penegak hukum demi menjaga akuntabilitas, Haris berharap sinergi kelembagaan dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Barru dapat terus diperkuat, terutama dalam pemenuhan distribusi tenaga pendidik menjelang relokasi ke kampus permanen.
Menanggapi hal itu, Wakil Bupati Abustan berpesan agar momentum perpindahan fasilitas baru ini juga dibarengi dengan peningkatan mutu kedisiplinan para guru sebagai figur percontohan bagi siswa.
“Guru itu digugu dan ditiru. Ilmunya digugu, perilakunya ditiru. Karena itu, kedisiplinan harus dimulai dari kepala sekolah dan guru agar menjadi contoh bagi peserta didik,” kata Wabup Abustan.
“Semoga anak-anak kita menjadi orang-orang hebat, mampu mengubah dirinya, mengangkat derajat keluarganya, dan membanggakan daerahnya di masa depan,” pungkasnya.
Acara ini turut dihadiri oleh jajaran perwakilan Forkopimda Barru, Kepala Kantor Kementerian Agama, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Camat Tanete Riaja, serta para orang tua dan wali murid SRT 65 Barru.