
Kuala Lumpur, Petta – Setelah satu dekade menjadi salah satu misteri terbesar dalam sejarah aviasi global, upaya pencarian puing pesawat Malaysia Airlines MH370 yang hilang akan kembali dilanjutkan. Kementerian Transportasi Malaysia mengumumkan pada Rabu (3/12) bahwa operasi pencarian di laut dalam akan dimulai kembali pada akhir Desember 2025.
Keputusan ini menjadi kabar yang telah lama dinantikan oleh keluarga 239 penumpang dan awak pesawat Boeing 777 yang hilang tanpa jejak saat terbang dari Kuala Lumpur menuju Beijing pada 8 Maret 2014. Pencarian ini merupakan upaya terbesar dan terlama yang pernah dilakukan, namun hingga kini hanya menyisakan spekulasi dan teka-teki.
“Pencarian di laut dalam untuk menemukan puing-puing pesawat Malaysia Airlines MH370 yang hilang akan dilanjutkan pada 30 Desember 2025,” kata Kementerian Transportasi saat mengumumkan kembalinya pencarian, seperti dikutip dari AFP.
Jejak Kegagalan dan Strategi Baru
Keputusan melanjutkan pencarian ini membawa kembali harapan setelah dua kali upaya besar sebelumnya dihentikan tanpa hasil memuaskan.
Pencarian besar-besaran terakhir dipusatkan di wilayah selatan Samudera Hindia. Operasi sempat dihentikan pada Januari 2016, dilanjutkan kembali, dan kemudian dihentikan pada April 2025. Upaya terakhir tersebut berfokus pada area yang dikenal sebagai ‘busur ketujuh’ di mana sinyal komunikasi terakhir pesawat tertangkap.
Dalam upaya terbaru ini, Pemerintah Malaysia kembali menggandeng perusahaan eksplorasi maritim asal Amerika Serikat, Ocean Infinity. Perusahaan ini sebelumnya sudah terlibat dalam pencarian yang dihentikan pada 2025.
“Perusahaan eksplorasi maritim Ocean Infinity akan melakukan pencarian di area target yang dinilai memiliki probabilitas tertinggi untuk menemukan pesawat tersebut,” sambung Kementerian Transportasi.
Mencari Bangkai dengan Prinsip ‘No Find, No Fee’
Keputusan melanjutkan pencarian oleh Ocean Infinity kali ini disertai dengan skema finansial yang ketat: prinsip no find, no fee.
Ini berarti, Pemerintah Malaysia menegaskan bahwa mereka hanya akan membayar biaya operasi pencarian kepada Ocean Infinity apabila perusahaan tersebut berhasil menemukan bangkai pesawat Malaysia Airlines MH370. Prinsip ini mencerminkan tingginya risiko dan biaya operasional yang harus ditanggung, sekaligus sebagai insentif kuat bagi perusahaan untuk berhasil.
Pesawat MH370 membawa penumpang dari berbagai negara, dua pertiga di antaranya adalah warga China, serta warga negara dari Malaysia, Indonesia, Prancis, dan Amerika Serikat (AS).
Kembalinya pencarian pada akhir tahun 2025 ini diharapkan dapat mengakhiri satu dekade penantian dan mengungkap misteri nasib 239 orang yang hilang di udara, serta memberikan jawaban definitif atas kegagalan aviasi yang terus menghantui dunia.
