
Barru, Petta – Pemerintah Kabupaten Barru meluncurkan langkah konkret untuk menjinakkan fluktuasi harga pangan melalui “Gerakan ASN Menanam Cabai”. Program ini diresmikan langsung oleh Bupati Barru, Andi Ina Kartika Sari, di Halaman Kantor Daerah Kabupaten Barru, Rabu (11/3/2026).
Gerakan ini mewajibkan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) memanfaatkan pekarangan kantor masing-masing untuk ditanami cabai. Langkah ini diambil karena cabai sering kali menjadi komoditas volatile food atau penyumbang utama inflasi daerah akibat harganya yang sangat fluktuatif.
“Gerakan ini adalah bentuk keseriusan kita mengendalikan inflasi. Saya ingin lahan-lahan kosong di lingkungan perkantoran yang selama ini hanya ditumbuhi tanaman liar diubah menjadi lahan produktif,” ujar Andi Ina dalam sambutannya.
Instruksi Melalui Surat Edaran
Pelaksanaan program ini merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Bupati Barru Nomor 100.3.4.2/313/Bag. Perekonomian. Melalui kebijakan ini, Dinas Pangan dan Hortikultura Kabupaten Barru akan mendistribusikan bibit ke seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Bupati Andi Ina meminta para Kepala OPD dan Camat untuk memantau langsung progres penanaman di unit kerja masing-masing. Ia berharap kegiatan ini tidak dianggap sebagai beban administratif, melainkan hobi baru yang produktif.
“Jika dilakukan serius, dalam tiga bulan kita sudah bisa panen. ASN tidak perlu lagi membeli cabai di pasar, silakan petik di kantor untuk dibawa pulang ke keluarga. Jika produksinya melimpah, ini bahkan bisa jadi sumber pendapatan tambahan,” tambahnya.
Target Kemandirian Pangan Keluarga
Kepala Dinas Pangan, Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kabupaten Barru menyatakan kesiapan timnya untuk memberikan pendampingan teknis. Saat ini, pengembangan tanaman cabai di Barru sendiri telah mencapai 131.000 populasi tanaman yang dikelola oleh Kelompok Wanita Tani (KWT).
Bupati berharap keteladanan dari para ASN ini dapat menular ke masyarakat luas, sehingga lahan tidur milik warga di desa-desa dapat dimanfaatkan untuk memperkuat ketahanan pangan keluarga.
“Mari kita jadikan ini sebagai momentum kebangkitan kemandirian pangan di Barru. Dengan semangat gotong royong, kita mampu mengendalikan inflasi sekaligus meningkatkan kesejahteraan,” pungkas Bupati perempuan pertama di Barru tersebut.
Peluncuran ini turut dihadiri oleh Sekretaris Daerah, jajaran Asisten Setda, Staf Ahli, para Camat, hingga Kepala Desa dan Lurah se-Kabupaten Barru yang berkomitmen menyukseskan gerakan ini hingga ke tingkat akar rumput.
