
Barru, Petta – Bupati Barru, Andi Ina Kartika Sari, menutup rangkaian Safari Ramadan tingkat kabupaten di Masjid Nurul Anfaq, Dusun Doi-Doi, Kelurahan Mattappawalie, Kecamatan Pujananting, Rabu malam (11/3/2026). Dalam kunjungan di malam ketujuh tersebut, Bupati membawa kabar baik mengenai realisasi pembangunan infrastruktur jalan di wilayah tersebut.
Andi Ina mengungkapkan bahwa Kecamatan Pujananting mendapatkan alokasi anggaran yang cukup besar dari pemerintah pusat melalui program Inpres Jalan Daerah (IJD) dengan total mencapai Rp 55 miliar.
“Alhamdulillah, Pujananting mendapatkan perhatian besar. Ada pembangunan ruas jalan Doi-Doi – Wanawaru, Punranga – Bulo-Bulo, hingga Bacuapie – Panggalungan. Ini adalah hasil upaya kita mencari dukungan pusat di tengah keterbatasan APBD daerah,” ujar Andi Ina di hadapan ratusan jamaah.
Strategi di Tengah Keterbatasan APBD
Bupati secara transparan memaparkan kondisi fiskal Kabupaten Barru. Dari total APBD yang dikelola, anggaran yang benar-benar tersedia secara leluasa untuk pembangunan fisik hanya berkisar Rp 40 miliar. Jumlah ini jauh dari cukup untuk menjangkau seluruh perbaikan jalan di pelosok Barru.
Selain dana pusat, Pemkab Barru juga mengalokasikan anggaran sekitar Rp 3 miliar melalui dana Belanja Tidak Terduga (BTT) khusus untuk menangani ruas jalan yang sempat terputus akibat bencana atau kerusakan parah.
“Keterbatasan anggaran daerah mengharuskan kami untuk terus berupaya mencari celah pendanaan di tingkat nasional agar pemerataan pembangunan tetap berjalan,” tambah Bupati perempuan pertama di Barru tersebut.
Potensi Kopi Robusta dan Ketertiban Ternak
Selain infrastruktur, sektor perkebunan menjadi perhatian serius. Pujananting yang berada di wilayah dataran tinggi dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi sentra kopi Robusta di Kabupaten Barru.
Namun, Bupati memberikan catatan tegas terkait keberhasilan sektor pertanian ini. Ia meminta masyarakat mematuhi pakta integritas mengenai penertiban ternak agar tidak dilepasliarkan.
“Saya berharap ternak tidak lagi dilepas begitu saja. Sangat disayangkan jika tanaman petani yang diusahakan dengan kerja keras rusak karena ternak yang tidak terjaga. Mari kita jaga bersama agar produktivitas lahan kita meningkat,” tegasnya.
Lawan Inflasi dengan Tanam Cabai
Terkait isu ekonomi makro, Andi Ina juga menyinggung lonjakan harga cabai yang mencapai Rp 55.000 per kilogram sebagai salah satu pemicu inflasi di Barru. Ia mengajak warga Pujananting mengikuti langkah pemerintah daerah melalui gerakan menanam cabai di pekarangan masing-masing.
Safari Ramadan pamungkas ini turut dihadiri oleh pimpinan dinas terkait, mulai dari Dinas Ketahanan Pangan hingga Dinas Koperasi dan UKM, serta Camat Pujananting. Kegiatan diakhiri dengan salat Tarawih berjamaah dan permohonan doa restu dari masyarakat agar pemerintah daerah dapat menuntaskan amanah pembangunan hingga akhir masa jabatan.
