Wabup Abustan Pantau Ground Breaking Jembatan Garuda: 300 Warga Segera Bebas Isolasi

Wakil Bupati Barru Dr. Ir. Abustan A. Bintang, M. Si mengikuti kegiatan Zoom Meeting yang dipimpin oleh Mayor Jenderal TNI Bangun Nawoko (Pangdam XIV/Hasanuddin) dalam rangka Ground Breaking pembangunan Jembatan Garuda Tahap III TA 2026 di Wilayah KODAM XIV/Hasanuddin di jln Masuk Passedde Bottoe Kel. Tanete Kec. Tanete Rilau, Selasa, (07/04/2026). (©Humas Barru)

Barru, Petta – Percepatan pembangunan infrastruktur di pelosok Kabupaten Barru mulai menyentuh wilayah Kelurahan Tanete, Kecamatan Tanete Rilau. Wakil Bupati Barru, Abustan Andi Bintang, mengikuti prosesi ground breaking pembangunan Jembatan Perintis Garuda Tahap III Tahun Anggaran 2026 yang dilaksanakan secara virtual bersama Pangdam XIV/Hasanuddin, Selasa (7/4/2026).

Program pembangunan jembatan ini merupakan instruksi langsung Presiden Prabowo Subianto guna membuka isolasi geografis yang selama puluhan tahun menghambat mobilitas warga, terutama kelompok rentan seperti ibu-ibu dan anak sekolah.

“Pagi ini saya berdiri atas perintah Bapak Presiden Prabowo Subianto. Beliau melihat langsung kondisi masyarakat yang puluhan tahun menghadapi keterbatasan akses infrastruktur. TNI hadir untuk melaksanakan percepatan pembangunan tersebut,” ujar Pangdam XIV/Hasanuddin, Mayjen TNI Bangun Nawoko, dalam arahannya via video conference.

Target Rampung dalam 30 Hari

Jembatan berjenis jembatan gantung ini diproyeksikan menjadi urat nadi baru bagi sekitar 97 kepala keluarga atau lebih dari 300 jiwa di sekitar lokasi pembangunan. Dengan standar konstruksi yang memperhatikan aspek keamanan, pembangunan ini ditargetkan selesai dalam waktu singkat, yakni sekitar 30 hari ke depan.

Wakil Bupati Barru, Abustan Andi Bintang, menyampaikan apresiasi mendalam atas pemilihan Barru sebagai salah satu lokasi prioritas program nasional ini.

“Kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya. Ini bukti nyata perhatian pemerintah pusat. Saya berharap warga mendukung proses pembangunan ini meskipun mungkin ada gangguan akses sementara demi kemaslahatan bersama di masa depan,” kata Abustan.

Integrasi dengan Program Ekonomi Desa

Pembangunan jembatan ini tidak berdiri sendiri, melainkan terintegrasi dengan berbagai kebijakan strategis nasional di tingkat desa. Di antaranya adalah pendukungan terhadap Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Infrastruktur baru ini diharapkan mempermudah distribusi kebutuhan pokok bersubsidi seperti pupuk, serta memperlancar serapan hasil pertanian masyarakat ke pasar, sehingga menciptakan ekosistem ekonomi baru di daerah.

Barru Jadi Sasaran Prioritas

Dandim 1405/Parepare, Letkol Kav S. Simanjuntak, mengungkapkan bahwa keberhasilan Barru mendapatkan kucuran program ini tidak lepas dari proaktifnya Bupati dan Wakil Bupati dalam menjemput peluang di tingkat pusat dan Kodam.

“Rencananya dalam beberapa bulan ke depan, akan dibangun dua hingga tiga jembatan lagi di lokasi yang telah ditetapkan. Program ini akan terus berlanjut karena target nasional adalah membangun sekitar 7.000 jembatan secara bertahap,” jelas Letkol Simanjuntak.

Selain infrastruktur fisik, Kabupaten Barru juga mulai menjalankan program pendampingan lainnya seperti Kampung Nelayan dan Sekolah Rakyat. Sinergi antara TNI, Polri, dan Pemerintah Daerah diharapkan mampu menempatkan Barru sebagai salah satu kabupaten dengan perkembangan tercepat di Sulawesi Selatan.

Total
0
Shares
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Posts