Sering Dikira Kurang Darah, Ternyata Kekurangan Vitamin Ini Jadi Biang Kerok Vertigo Parah

Ilustrasi: Seorang wanita yang sedang terserang Vertigo. (©Stockking)

Petta – Pernahkah Anda merasa sekeliling Anda tiba-tiba berputar hebat saat baru bangun tidur atau ketika menolehkan kepala secara mendadak? Sensasi ini dikenal sebagai vertigo. Banyak orang keliru mengira vertigo hanyalah pusing biasa akibat kelelahan atau kurang darah. Padahal, vertigo sering kali bersumber dari gangguan pada sistem keseimbangan di telinga dalam yang kerap kita abaikan dalam aktivitas sehari-hari.

Bagaimana Vertigo Terjadi?

Untuk memahami vertigo, kita perlu melihat mekanisme di dalam telinga kita. Di sana terdapat Vestibular system (sistem vestibular) yang berfungsi sebagai “kompas” utama tubuh untuk mengatur keseimbangan.

Seperti yang terlihat pada diagram di atas, sistem ini terdiri dari Semicircular canals (saluran setengah lingkaran), Utricle, dan Saccule. Di dalam Vestibule, terdapat sekumpulan kristal kalsium karbonat kecil (otolit). Ketika kristal ini tidak sengaja terlepas dari Utricle dan masuk ke dalam Semicircular canals, pergerakan kepala akan membuat kristal tersebut mengirimkan sinyal palsu melalui Vestibular nerve (saraf vestibular) ke otak. Hal inilah yang memicu jenis vertigo paling umum, yaitu Benign Paroxysmal Positional Vertigo (BPPV).

Penyebab yang Sering Diabaikan

Selain faktor penuaan atau cedera kepala, ada beberapa pemicu sehari-hari yang jarang disadari namun memiliki bukti ilmiah yang kuat:

1. Defisiensi (Kekurangan) Vitamin D

Banyak orang tidak tahu bahwa kekuatan dan stabilitas kristal di telinga dalam sangat dipengaruhi oleh metabolisme kalsium. Sebuah studi klinis berskala besar yang dipublikasikan dalam jurnal medis Neurology mengungkapkan bahwa pasien BPPV yang memiliki kadar vitamin D rendah, kemudian rutin mengonsumsi suplemen vitamin D dan kalsium, mengalami penurunan angka kekambuhan vertigo hingga 24% dibandingkan mereka yang tidak mendapat suplemen.

2. Stres Kronis dan Kecemasan

Stres tidak hanya menyerang pikiran, tetapi juga memengaruhi fisik secara langsung. Sebuah penelitian dalam Journal of Neurology menunjukkan adanya hubungan dua arah yang kuat antara gangguan kecemasan (anxiety) dan masalah vestibular. Saat seseorang mengalami stres kronis, tubuh melepas hormon kortisol yang dapat mengganggu mikrosirkulasi cairan di dalam telinga dalam, sehingga memicu sensitivitas saraf dan serangan vertigo.

3. Dehidrasi dan Konsumsi Garam Berlebih

Cairan di dalam saluran telinga dalam harus berada dalam volume dan tekanan yang stabil. Ketika tubuh mengalami dehidrasi atau sebaliknya, mengonsumsi terlalu banyak natrium (garam) keseimbangan cairan ini akan terganggu. Fluktuasi tekanan cairan ini dapat mengacaukan sinyal keseimbangan yang dikirim ke otak.

Kapan Harus Memeriksakan Diri?

Jika serangan vertigo Anda terjadi berulang kali, berlangsung lama, atau disertai dengan gejala penyerta yang tidak biasa, Anda tidak boleh menunda pemeriksaan ke dokter spesialis saraf. dr. Johan Akbari, Sp.N memperingatkan tanda bahaya (red flags) yang harus diwaspadai pasien:

“Segera konsultasikan ke dokter spesialis saraf jika pusing atau vertigo disertai: Sakit kepala berat dan mendadak, muntah hebat yang tidak membaik, gangguan bicara atau penglihatan, kelemahan atau mati rasa pada satu sisi tubuh, serta penurunan kesadaran,”.

Cegah, Kenali dan Deteksi Sejak Dini

Menjaga kesehatan sistem keseimbangan tubuh ternyata dimulai dari kebiasaan-kebiasaan kecil yang sering kali kita remehkan. Menghindari gerakan kepala yang terlalu mendadak, mengelola stres, mencukupi kebutuhan cairan, serta menjaga pola tidur adalah langkah preventif sederhana namun sangat berdampak untuk mencegah serangan vertigo.

Ketika tubuh mulai memberikan sinyal berupa sensasi berputar, jangan lagi menganggapnya sebagai angin lalu atau sekadar kelelahan biasa. Kenali pemicunya, perbaiki pola hidup Anda, dan jangan ragu untuk mencari bantuan medis profesional agar aktivitas harian Anda dapat kembali berjalan dengan nyaman dan aman.

Total
0
Shares
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Posts