
Barru, Petta – Safari Ramadan Pemerintah Kabupaten Barru di Masjid At-Tauhid, Desa Kupa, Kamis (5/3/2026), menjadi momentum spesial bagi Bupati Andi Ina Kartika Sari. Kunjungan yang bertepatan dengan malam ke-15 Ramadan atau Malam Nuzulul Qur’an tersebut dimanfaatkan untuk merefleksikan satu tahun masa kepemimpinannya bersama Wakil Bupati Abustan Andi Bintang.
Andi Ina memaparkan sejumlah data Badan Pusat Statistik (BPS) yang menunjukkan tren positif. Salah satu pencapaian yang menonjol adalah penurunan angka pengangguran dari 6,42 persen pada tahun 2024 menjadi 5,7 persen pada tahun 2025.
“Salah satu langkah konkret yang kami ambil adalah memberikan kepastian kerja melalui pengangkatan 2.286 tenaga PPPK paruh waktu. Jika tidak, ribuan anak Barru mungkin akan kesulitan mendapatkan pekerjaan,” ujar Andi Ina di hadapan jamaah.
Makan Bergizi Gratis hingga Sekolah Rakyat
Bupati perempuan pertama di Barru ini juga menegaskan komitmen daerah dalam menyukseskan program strategis Presiden RI. Di Desa Kupa, program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah mulai dirasakan manfaatnya oleh para siswa sebagai upaya nyata pencegahan stunting menuju Indonesia Emas 2045.
Selain itu, ia kembali menyoroti pembangunan “Sekolah Rakyat” di Lawallu yang menelan anggaran pusat senilai Rp270 miliar. Sekolah dengan sistem boarding school ini dikhususkan bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera.
“Fasilitasnya luar biasa, satu anak satu laptop. Saya minta orang tua ikhlaskan anaknya sekolah di sana. Ini adalah kunci agar masa depan mereka lebih baik dan tidak terhalang biaya,” pesannya.
Solusi Infrastruktur di Tengah Keterbatasan APBD
Merespons aspirasi warga Desa Kupa terkait pengerukan sungai, Andi Ina menjelaskan tantangan anggaran yang dihadapi daerah. Dengan APBD Barru yang berada di kisaran Rp700 miliar—salah satu yang terendah di Sulawesi Selatan—pemerintah daerah harus melakukan langkah inovatif.
Ia telah menginstruksikan Dinas Pekerjaan Umum (PU) untuk berkoordinasi dengan Balai Kementerian PU guna meminjam alat berat khusus. Langkah ini diambil agar normalisasi sungai tetap bisa berjalan tanpa membebani keuangan daerah secara berlebihan.
Tantangan Sampah dan Program “Rabu Bersih”
Di sektor lingkungan, Bupati mengingatkan bahwa persoalan sampah masih menjadi tantangan besar. Hal ini sejalan dengan program nasional “Indonesia ASRI” (Aman, Sehat, Resik, dan Indah). Ia mengajak warga, terutama di wilayah pesisir seperti Kupa, untuk berhenti membuang sampah ke laut.
“Pemkab Barru sudah menjalankan gerakan ‘Rabu Bersih’ bagi seluruh ASN. Kami ingin ini menular menjadi budaya masyarakat agar lingkungan kita tetap terjaga,” tambahnya.
Mengakhiri kunjungannya, Andi Ina menegaskan bahwa dirinya dan Wakil Bupati tetap solid sebagai satu paket kepemimpinan dalam menjalankan amanah masyarakat. Ia pun menutup sambutan dengan mengundang warga untuk hadir dalam gelar griya (open house) di Rumah Jabatan Bupati pada hari pertama Lebaran mendatang.
