

JAKARTA, Petta – Tulus dan Idgitaf memimpin daftar pemenang Anugerah Musik Indonesia (AMI) Awards ke-29 di Ciputra Artpreneur, Jakarta Selatan, Rabu (4/11/2026). Tulus membawa pulang lima piala, sedangkan Idgitaf meraih Album Terbaik Terbaik. Sejumlah pemenang juga memakai panggung untuk menyuarakan pesan sosial.
Lagu “Teh Hijau” membawa Tulus meraih Karya Produksi Terbaik Terbaik, Artis Solo Pria Pop Terbaik, Penata Musik Pop Terbaik, Lagu Favorit, dan Penyanyi Favorit. Idgitaf menang lewat album Berusaha di Bawah Hujan. Ia juga meraih piala AMI pertamanya di kategori Folk/Country/Balada lewat “Sedia Aku Sebelum Hujan”.
Kejutan datang dari pendatang baru. Grup no na langsung membawa pulang dua piala, yaitu Pendatang Baru Terbaik Terbaik dan Produksi Grup Vokal Terbaik lewat “rollerblade”. Tahun ini, AMI Awards mempertandingkan 67 kategori dengan 5.360 lagu yang masuk.
Pesan dari Atas Panggung
Pesan paling lantang datang dari Hindia dan Dipha Barus. Keduanya menerima piala Artis Solo/Grup/Kolaborasi Dance Terbaik lewat lagu “Nafas”. Hindia mendedikasikan penghargaan itu untuk orang yang sulit bernapas karena alam dibakar. Ia lalu berseru, “Untuk yang sulit bernapas, karena kebijakan tidak berpihak pada kita semua!” Keduanya menutup pidato dengan salam tiga jari.
Idgitaf juga menyinggung isu lingkungan lewat metafora hujan. Menurut dia, orang yang membenci hujan karena longsor dan banjir, dan orang yang merindukannya karena kebakaran hutan, punya kesamaan. “Mereka membutuhkan restorasi dan akuntabilitas,” katanya.
Andien, pemenang Artis Solo Soul/R&B Alternatif Terbaik, mengajak publik peduli. Ia menyoroti korban bencana alam, perlindungan anak, serta kelestarian hutan dan satwa. Ia mengaku menaruh “hati dan empati yang sangat-sangat besar” atas apa yang terjadi di Indonesia.
Pesan lain bernuansa penghormatan. Vokalis Burgerkill, Vicky Mono, mendedikasikan piala Metal Terbaik untuk mendiang Eben dan Ivan Scumbag. “Penghargaan ini saya persembahkan untuk pendahulu kami di Burgerkill,” ujarnya.
Tulus menutup pidatonya dengan harapan bagi bangsa. Ia berharap keindahan musik Indonesia terus berkembang. “Maju terus bangsaku, Indonesia yang sangat-sangat kita cintai,” ucapnya.
Bernadya, yang menang Artis Solo Wanita Pop Terbaik lewat “Rabun Jauh”, mengaku tak menyangka. Ia menyebut bisa satu kategori dengan musisi wanita lain saja sudah merupakan kehormatan.