Sehari Sebelum Temui Trump, Zelensky Klaim Serangan 390 Drone ke Moskow

Sebuah pesawat penumpang melintas di dekat kepulan asap yang membubung dari gudang milik perusahaan e-commerce raksasa Rusia di dekat Saint Petersburg, setelah lokasi tersebut dihantam oleh drone Ukraina pada dini hari tanggal 24 Juli 2026; serangan itu memicu kebakaran yang menyebabkan asap menyelimuti kota bersejarah tersebut. (©AFP)

Petta – Wilayah Moskow, Rusia, kembali menjadi sasaran serangan drone berskala besar dari Ukraina pada malam Senin (27/7/2026) hingga Selasa pagi (28/7/2026) waktu setempat. Serangan ini terjadi hanya beberapa jam sebelum Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dijadwalkan bertemu dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Gedung Putih, Washington.

Wali Kota Moskow Sergei Sobyanin mengungkapkan bahwa ratusan pesawat nirawak diarahkan ke wilayah ibu kota Rusia itu dalam semalam. Melalui akun Telegram resminya, Sobyanin menuliskan kronologi serangan tersebut secara rinci.

“Lebih dari 390 drone bergerak menuju wilayah Moskow” dan “sebagian besar berhasil dinetralkan jauh sebelum mencapai kota,” tulis Sobyanin, yang jika diterjemahkan menyebutkan bahwa lebih dari 390 drone mengarah ke wilayah Moskow dan sebagian besar berhasil dinetralkan jauh sebelum mencapai kota.

Dalam keterangannya, Sobyanin juga merinci rentang waktu serangan berlangsung. “Antara pukul 20.30 (17.30 GMT) hingga pukul 06.30 pagi, lebih dari 390 drone bergerak menuju wilayah Moskow. Sebagian besar berhasil dinetralkan oleh pasukan pertahanan udara jauh sebelum mencapai kota. Sebanyak 81 drone musuh dihancurkan saat mendekati Moskow,” ungkapnya.

Data Korban dan Kerusakan Berbeda dari Dua Sumber

Gubernur Wilayah Moskow, Andrei Vorobyov, turut memberikan keterangan melalui platform media sosial yang sama. Ia melaporkan adanya kerusakan pada bangunan apartemen bertingkat di Kota Chekhov, wilayah Moskow, akibat serangan drone tersebut.

Wali Kota Chekhov, Mikhail Sobakin, memberikan rincian lebih lanjut soal dampak serangan. Menurut laporan, dampak drone tersebut merusak dua unit apartemen, namun tidak menimbulkan korban jiwa. Selain di Chekhov, kerusakan rumah warga juga dilaporkan terjadi di Desa Vaulovo.

Sementara itu, kanal Telegram independen Astra turut mempublikasikan rekaman video yang memperlihatkan momen sebuah drone Ukraina meluncur ke arah bangunan sebelum meledak saat membentur sasaran.

Yang menarik, terdapat perbedaan angka antara laporan Wali Kota Sobyanin dan Kementerian Pertahanan Rusia. Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan bahwa pasukan pertahanan udara mereka mencegat dan menghancurkan 356 drone Ukraina sepanjang malam di lebih dari selusin wilayah, termasuk di sekitar Moskow. Hingga berita ini diturunkan, belum ada penjelasan resmi mengenai selisih jumlah drone antara kedua laporan tersebut.

Serangan Berlangsung di Tengah Meningkatnya Ketegangan Diplomatik

Presiden Zelensky sendiri turut memberikan pernyataan terkait insiden ini. Ia menyebut bahwa wilayah Moskow menjadi sasaran lebih dari 390 drone dalam semalam terakhir, yang menyebabkan kerusakan pada sejumlah tempat tinggal.

Serangan ini menjadi bagian dari eskalasi yang lebih luas antara kedua negara. Ukraina memang telah meningkatkan serangan balasan terhadap Rusia dalam beberapa bulan terakhir, sebagian untuk menekan Moskow agar kembali ke meja perundingan setelah hampir empat setengah tahun perang berlangsung.

Di sisi lain, Kementerian Pertahanan Rusia juga mengklaim telah melancarkan serangan terhadap dua kapal Ukraina di Laut Hitam serta di dekat pelabuhan Mykolaiv pada hari yang sama. Salah satu kapal yang diserang disebut membawa muatan militer.

Serangan drone semalam ini terjadi tepat menjelang lawatan penting Zelensky ke Amerika Serikat. Berdasarkan laporan Al Jazeera, Zelensky dijadwalkan bertemu dengan Presiden Trump di Gedung Putih pada 29 Juli 2026, sebuah pertemuan yang berlangsung di tengah sorotan Senat AS terhadap rancangan undang-undang sanksi baru bagi Rusia.

Konflik antara Rusia dan Ukraina yang telah memasuki tahun keempat ini masih menunjukkan pola serangan saling balas tanpa tanda-tanda mereda, bahkan ketika langkah-langkah diplomatik terus diupayakan oleh berbagai pihak.

Total
0
Shares
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Posts