

Petta – Petarung mixed martial arts (MMA) berdarah Indonesia, Bilal Hasan, resmi mengantongi kontrak Ultimate Fighting Championship (UFC). Ia meraihnya usai menumbangkan Mridul Saikia hanya dalam waktu 45 detik pada laga Dana White’s Contender Series (DWCS) musim ke-10, Selasa (11/8/2026) waktu setempat.
Pertarungan berlangsung di kelas terbang (flyweight) dan digelar di UFC Apex, Las Vegas, Amerika Serikat. Hasan tampil dominan sejak awal ronde pertama.
Ia lebih dulu melancarkan tendangan samping dan tendangan rendah untuk membaca ritme lawan. Begitu Saikia melepaskan tendangan betis yang kurang waspada, Hasan langsung membalas dengan pukulan kanan telak yang menjatuhkan petarung asal India tersebut.
Tak menyia-nyiakan momentum, Hasan segera mengejar Saikia yang sudah terjatuh dan melayangkan sejumlah pukulan susulan. Wasit Herb Dean pun langsung menghentikan pertarungan pada detik ke-45 ronde pertama.
Selebrasi kemenangan Hasan juga sempat mencuri perhatian. Ia merayakan kemenangan dengan gerakan moonwalk di dalam octagon, sebelum akhirnya dipanggil naik ke atas panggung untuk menerima pengumuman kontrak dari Dana White.
Dana White Puji Penampilan Hasan
Presiden sekaligus CEO UFC, Dana White, tak ragu memberikan kontrak kepada Hasan begitu laga usai. Menurutnya, penampilan tersebut membuktikan bahwa semua sorotan terhadap Hasan sebelum laga memang pantas didapatkan.
“Ini benar-benar keputusan yang tidak perlu dipikir dua kali. Dia datang dengan banyak sorotan dan berhasil membuktikannya,” kata White, dikutip dari CBS Sports.
Sebagai catatan, Hasan sebelumnya tercatat sebagai petarung dengan status favorit terbesar dalam sejarah DWCS, yakni minus-5000. Angka itu sekaligus mempertegas ekspektasi tinggi yang dibebankan kepadanya sebelum naik ke octagon.
Dengan kemenangan ini, rekor profesional Hasan pun sempurna menjadi 9-0. Ia juga tercatat sebagai mantan juara kelas terbang Cage Fury Fighting Championships (CFFC) dan telah tiga kali mempertahankan gelar tersebut sebelum melangkah ke DWCS.
Kebanggaan Berdarah Indonesia
Di balik prestasinya, Hasan kerap menegaskan identitasnya sebagai keturunan Indonesia. Kedua orang tuanya diketahui berasal dari Indonesia, meski Hasan lahir dan besar di Amerika Serikat.
Ia bahkan kerap tampil dengan atribut bendera Merah Putih, topi koboi, serta kacamata hitam saat memasuki arena pertandingan. Gaya khas tersebut menjadi simbol perpaduan dua identitas yang ia bawa sepanjang kariernya.
Menjelang laga, Hasan sempat menyampaikan alasannya merasa memiliki posisi unik di dunia olahraga bela diri. Pasalnya, Indonesia sebagai negara dengan populasi terbesar keempat di dunia belum memiliki figur bintang besar di UFC.
Ia pun mengaku telah lama menyimpan mimpi untuk menjadi sosok seperti Manny Pacquiao bagi Indonesia. Dukungan dari penggemar Tanah Air, menurutnya, turut mendorong nama dan kariernya semakin dikenal luas di kancah olahraga bela diri dunia.
Selain itu, Hasan juga memiliki basis penggemar cukup besar di media sosial dengan lebih dari 174.000 pengikut di Instagram. Popularitas tersebut turut menjadi modal tambahan baginya untuk membangun narasi menarik seiring debutnya di UFC.
Usai laga, Hasan juga menyempatkan diri mengucap terima kasih kepada kedua orang tuanya. Ia berjanji tidak akan menyia-nyiakan pengorbanan keluarganya demi meraih kesuksesan di level tertinggi olahraga MMA dunia.
Hingga kini, UFC belum mengumumkan jadwal debut resmi Hasan usai memperoleh kontrak dari DWCS. Publik pencinta MMA Tanah Air pun dapat menantikan kiprah selanjutnya dari petarung yang digadang-gadang bakal menjadi bintang baru asal Indonesia di UFC.