
Petta – Harga emas dunia bergerak menguat pada perdagangan Jumat (10/7/2026) dini hari, meski harga emas batangan Antam di dalam negeri masih tertahan di zona pelemahan sejak sehari sebelumnya.
Berdasarkan data spot dunia yang tercatat pada pukul 00.20 WIB, harga emas berada di level 4.126,6 dollar AS per ons, naik 60,27 dollar AS dibandingkan perdagangan sebelumnya. Jika dikonversi ke rupiah, harga emas dunia setara Rp74.519.009 per ons atau naik Rp1.076.479, seiring nilai tukar dollar AS yang juga menguat ke posisi Rp18.058,21.
Penguatan ini melanjutkan tren pemulihan setelah harga emas dunia sempat kehilangan level psikologis 4.000 dollar AS per ons akibat aksi jual investor di bursa dana yang diperdagangkan (ETF) emas pada Juni lalu. Tekanan jual saat itu dipicu oleh menguatnya imbal hasil riil obligasi AS dan penguatan dollar, yang membuat biaya peluang memegang emas semakin mahal.
Harga Emas Antam Masih Tertekan
Sementara itu, harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang (Antam) pada perdagangan Kamis (9/7/2026) tercatat masih melanjutkan tren penurunan. Mengutip data dari laman resmi Logam Mulia, harga emas Antam ukuran 1 gram turun Rp8.000 menjadi Rp2.633.000 per gram, dari sebelumnya Rp2.641.000 per gram.
Harga buyback atau harga beli kembali emas Antam juga ikut terkoreksi Rp10.000 menjadi Rp2.383.000 per gram. Dengan demikian, selisih antara harga jual dan harga buyback (spread) hari itu tercatat sebesar Rp250.000 per gram.

Berikut rincian harga emas Antam per pecahan pada Kamis (9/7/2026):
- 0,5 gram: Rp1.366.500
- 1 gram: Rp2.633.000
- 2 gram: Rp5.206.000
- 3 gram: Rp7.784.000
- 5 gram: Rp12.940.000
- 10 gram: Rp25.825.000
- 25 gram: Rp64.437.000
- 50 gram: Rp128.795.000
- 100 gram: Rp257.512.000
- 250 gram: Rp643.515.000
- 500 gram: Rp1.286.820.000
- 1.000 gram: Rp2.573.600.000
Sebagai catatan, harga emas Antam sempat mencetak rekor tertinggi sepanjang masa di level Rp3.168.000 per gram pada 29 Januari 2026. Dengan posisi harga saat ini, emas batangan Antam masih berada cukup jauh di bawah rekor tersebut.
Prospek Emas Diproyeksikan Membaik di Semester II
Di tengah koreksi harga dalam beberapa bulan terakhir, World Gold Council (WGC) memperkirakan tren pelemahan emas berpotensi berbalik arah pada paruh kedua tahun 2026. Dalam skenario dasar Laporan Prospek Emas Pertengahan Tahun 2026, WGC menilai harga emas berpeluang bergerak stabil hingga akhir tahun, dengan potensi kenaikan lanjutan apabila muncul faktor pendukung baru seperti ketidakpastian geopolitik dan ekonomi global.
Pergerakan harga emas di dalam negeri turut dipengaruhi oleh nilai tukar rupiah terhadap dollar AS. Rupiah pada Jumat (10/7/2026) diproyeksikan melemah di kisaran Rp18.050 hingga Rp18.200 per dollar AS, didorong sentimen domestik maupun tekanan geopolitik global yang masih berlangsung.
Bagi masyarakat yang berencana berinvestasi emas, para pelaku pasar mengingatkan agar mencermati selisih harga jual dan buyback yang cukup lebar, sehingga emas batangan fisik lebih cocok untuk strategi investasi jangka panjang dibandingkan spekulasi jangka pendek.
Harga emas fisik seperti Antam dapat berbeda-beda di setiap gerai dan sewaktu-waktu bisa berubah. Update harga terbaru dapat dicek melalui laman resmi