

Madrid, Petta – Pemerintah Spanyol resmi mengumumkan status darurat nasional pada Kamis (23/7/2026) malam waktu setempat, menyusul rangkaian kebakaran hutan yang mengancam wilayah permukiman di sekitar Madrid dan provinsi tetangganya, Avila. Kantor berita Reuters melaporkan, kebakaran yang meluas dengan cepat ini memaksa lebih dari 10.000 warga mengungsi saat petugas pemadam kebakaran berjuang mengendalikan kobaran api.
Kementerian Dalam Negeri Spanyol menyebut keputusan ini diambil karena beberapa titik api muncul secara bersamaan, ditambah kondisi cuaca yang buruk dan kebutuhan mengerahkan sumber daya besar dari berbagai lembaga pemerintah, yang membuat operasi pemadaman dan perlindungan sipil semakin rumit.
Militer Turun Tangan, Ribuan Warga Diungsikan
Di bawah Undang-Undang Sistem Perlindungan Sipil Nasional Spanyol, status darurat ini menempatkan penanganan krisis langsung di bawah kendali Menteri Dalam Negeri. Otoritas setempat menyebut ini sebagai pengumuman darurat nasional pertama yang secara khusus dipicu oleh kebakaran hutan.
Lebih dari 270 personel gabungan dan 40 unit darat telah dikerahkan ke wilayah terdampak, didukung oleh sejumlah kontingen Unit Darurat Militer (UME). Otoritas juga memperingatkan bahwa kebakaran di Burgohondo, Avila, berpotensi merambat ke wilayah Madrid dalam beberapa jam ke depan akibat perubahan arah angin.
Menurut pemerintah daerah setempat, evakuasi massal telah dilakukan dari kawasan Villa del Prado, San Martin de Valdeiglesias, Pelayos de la Presa, dan Aldea del Fresno. Bahkan menurut laporan France 24, jumlah warga yang dievakuasi atau diminta tetap berada di dalam rumah di kawasan Madrid telah mencapai sekitar 19.000 orang, termasuk lebih dari 430 lansia dan penyandang disabilitas dari lima panti jompo.
Presiden Kawasan Otonom Madrid, Isabel Diaz Ayuso, menggambarkan situasi ini sebagai kondisi yang belum pernah terjadi sebelumnya. “Situasinya benar-benar tidak biasa dan bersifat bencana,” katanya kepada wartawan, seraya menegaskan prioritas utama saat ini adalah menyelamatkan nyawa warga.
Musim Kebakaran Terparah dalam Satu Dekade Terakhir
Perdana Menteri Pedro Sanchez turut buka suara lewat platform X. Ia menyampaikan bahwa pemerintah tengah menghadapi situasi yang dramatis, tidak hanya di beberapa provinsi Spanyol, tetapi juga di negara-negara tetangga, dan memastikan seluruh sumber daya yang tersedia telah dikerahkan.
Data menunjukkan lebih dari 100.000 hektare lahan telah terbakar di Spanyol sepanjang tahun ini, angka yang setara dengan rata-rata luas kebakaran tahunan negara itu selama satu dekade terakhir. Sedikitnya 13 orang tercatat tewas akibat kebakaran hutan tahun ini, menjadikan 2026 sebagai salah satu musim kebakaran paling mematikan dalam beberapa dekade terakhir.
Para ilmuwan mengaitkan fenomena ini dengan perubahan iklim yang membuat wilayah Spanyol dan Eropa selatan menghadapi musim kebakaran yang semakin parah dari tahun ke tahun. Pertumbuhan vegetasi yang subur setelah hujan musim semi yang tidak biasa disebut mengering akibat panas ekstrem musim panas, sehingga menjadi bahan bakar yang mempercepat penyebaran api.
Situasi serupa juga terjadi di Perancis, di mana ribuan wisatawan dievakuasi akibat kebakaran besar di sebelah barat Bordeaux, menandakan krisis kebakaran hutan kali ini melanda kawasan yang lebih luas di Eropa selatan.