

Barru, Petta – Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus bersinergi dengan Nahdlatul Ulama (NU). Sinergi lintas lembaga ini dinilai sangat penting dalam menjawab berbagai persoalan sosial kemasyarakatan di Kabupaten Barru.
Menurut Andi Ina, NU memiliki posisi strategis dan historis yang kuat di tengah masyarakat. Oleh karena itu, kolaborasi antara umara dan ulama harus terus diperkuat.
“Organisasi ini harus berjalan dengan baik. NU harus menjadi rumah bagi mereka yang mau bersama-sama membesarkan NU dan memberikan manfaat yang besar untuk masyarakat,” tegas Andi Ina.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Barru dipastikan akan selalu hadir mendukung berbagai program keumatan. “Silakan jalankan program-program kita. Insya Allah kekuatan dari pemerintah akan ada bersama kita,” ujarnya.
Soroti Masalah Stunting dan Kemampuan Mengaji
Lebih lanjut, bupati menyoroti kompleksitas permasalahan sosial pada kelompok perempuan dan anak. Ia secara khusus meminta peran aktif dari Muslimat NU untuk membantu menekan angka stunting di daerah tersebut.
“Masalah perempuan dan anak begitu kompleks. Tidak mungkin saya sendiri yang bisa menyelesaikannya. Tentu dengan banyak tangan dan pikiran yang ikut bersama-sama, hasilnya akan lebih maksimal,” jelasnya.
Selain urusan kesehatan gizi, Andi Ina juga menyampaikan keprihatinannya terkait literasi keagamaan pelajar. Berdasarkan data terbaru, kemampuan Baca Tulis Al-Qur’an (BTQ) pada anak SMA di Barru masih terpaku di angka sekitar 50 persen.
“Barru identik dengan pesantren, dengan Kota Santri. Tetapi ada hal yang sedikit mengganggu saya, karena tidak berbanding lurus. Kita Kota Santri, tetapi kemampuan BTQ anak-anak kita, khususnya tingkat SMA, masih berada di angka yang mengkhawatirkan,” ungkapnya.
Merespons fakta tersebut, bupati mendorong adanya program penguatan BTQ secara terstruktur dan berkelanjutan. Pembinaan agama ini harus ditanamkan secara kuat sejak tingkat pendidikan usia dini hingga menengah atas.
“Kalau mereka sudah kuat dari bawah, tentu persoalan seperti ini tidak akan terjadi. Berarti ada yang harus kita kuatkan dari bawah,” katanya.
NU Berkomitmen Kawal Program Pemerintah
Pada kesempatan yang sama, Ketua Tanfidziyah PCNU Barru Rasda Rais menegaskan komitmen organisasinya. Ia menyatakan bahwa hubungan harmonis antara struktur NU dan instansi pemerintah merupakan sebuah keharusan sejarah.
“Sepanjang sejarah NKRI, NU tidak pernah berpisah dengan pemerintah. NU harus selalu beriringan dengan pemerintah,” tegasnya.
Menurut Rasda, organisasi NU selalu berpegang pada tiga pilar pengabdian utama, yakni pendidikan, dakwah, dan sosial kemasyarakatan. Oleh sebab itu, seluruh elemen badan otonom NU siap turun tangan mengawal program prioritas Pemkab Barru.
Selanjutnya, ia menambahkan bahwa sinergi kolaboratif ini merupakan instruksi langsung dari pengurus pusat.
“Ini merupakan amanah dari PBNU bahwa NU di semua jenjang kepengurusan tidak boleh berpisah dengan pemerintah,” tegasnya.
Sebagai penutup, Rasda optimistis kolaborasi ini akan memberikan dampak positif yang nyata bagi kemaslahatan warga. Pertemuan silaturahmi ini turut dihadiri oleh jajaran pengurus teras PCNU Barru, sekretaris, bendahara, beserta perwakilan badan otonom di tingkat daerah.