Resmi! 25 Situs Baru Ini Kini Jadi Warisan Dunia UNESCO, Ada Kediaman Para Dewa

Para pendaki berjalan menuju Puncak Stefani yang juga dikenal sebagai Takhta Zeus saat matahari terbit di Gunung Olympus. (©Angelos Tzortzinis/AFP/Getty Images)

Busan, Petta – Komite Warisan Dunia UNESCO resmi menambahkan 25 situs baru ke dalam Daftar Warisan Dunia (World Heritage List) dalam sidang ke-48 yang digelar di Busan, Korea Selatan, pada 19-29 Juli 2026.

Dari total penetapan tersebut, 19 di antaranya berstatus situs budaya, lima situs alam, dan satu situs campuran yang mencakup unsur alam sekaligus budaya, yaitu kawasan Gunung Olympus di Yunani.

Selain penetapan situs baru, komite juga menyetujui perluasan cakupan untuk dua situs yang sebelumnya sudah masuk daftar, yakni permukiman modernis di Berlin, Jerman, serta kawasan lahan lumpur pesisir (getbol) di Korea Selatan.

Penambahan ini menegaskan komitmen UNESCO dalam melestarikan warisan budaya dan alam dunia, mulai dari peninggalan peradaban kuno, situs keagamaan, karya arsitektur, hingga kawasan dengan keanekaragaman hayati tinggi, agar tetap terjaga untuk generasi mendatang.

Pantai D-Day dan Gunung Olympus Jadi Sorotan

Salah satu penetapan yang paling menarik perhatian publik global adalah masuknya Pantai Pendaratan D-Day di Normandia, Prancis, ke dalam daftar. Kawasan yang meliputi lima pantai bersejarah ini diakui atas perannya dalam operasi amfibi terbesar sepanjang sejarah pada 6 Juni 1944, yang menjadi awal pembebasan Eropa Barat dari pendudukan Nazi pada Perang Dunia II.

Selain itu, kawasan luas Gunung Olympus di Yunani turut mencuri perhatian. Gunung yang dalam mitologi Yunani dikenal sebagai kediaman para dewa ini mendapat pengakuan atas nilai alam sekaligus sejarah budayanya, dan namanya kian populer setelah kesuksesan film adaptasi karya Homer, “The Odyssey”, garapan sutradara Christopher Nolan.

Situs lain yang juga masuk daftar antara lain kompleks arkeologi Asuka-Fujiwara di Jepang, kawasan industri porselen kuno Jingdezhen di China, Benteng Alamut di Iran, Benteng Kerajaan Capetian di Languedoc, Prancis, hingga kompleks pemakaman bangsawan Xiongnu di Mongolia.

Tiga Situs Masuk Daftar Darurat karena Ancaman Konflik

Tidak semua penetapan tahun ini berjalan dalam suasana perayaan. Tiga situs, yaitu Lanskap Migrasi Boma-Badingilo di Sudan Selatan, Benteng Gunung Amel di Lebanon, dan situs arkeologi kuno Sebastia di Palestina, ditetapkan melalui prosedur darurat yang biasanya diperuntukkan bagi warisan yang menghadapi ancaman serius dan mendesak akibat konflik.

Ketiganya secara bersamaan juga dimasukkan ke dalam Daftar Warisan Dunia dalam Bahaya. Lanskap Boma-Badingilo, yang menjadi jalur migrasi mamalia darat terbesar di dunia, menghadapi ancaman konflik bersenjata dan perburuan liar. Adapun situs di Lebanon dan Palestina terancam oleh konflik bersenjata yang masih berlangsung di kawasan tersebut. Penetapan Boma-Badingilo sekaligus menjadi situs Warisan Dunia pertama yang dimiliki Sudan Selatan, negara termuda di dunia.

Momen bersejarah juga dirasakan oleh sejumlah negara kecil yang untuk pertama kalinya mencatatkan situs mereka dalam daftar, seperti kota tua Medina di Komoro yang diakui atas akulturasi tradisi Afrika dan Islam, serta kawasan perkebunan peninggalan kolonial di Sao Tome dan Principe.

Dengan tambahan 25 situs ini, UNESCO kembali menegaskan bahwa Daftar Warisan Dunia tidak hanya menjadi ajang perayaan keindahan dan pencapaian peradaban manusia, tetapi juga alat untuk melindungi warisan yang tengah terancam oleh konflik dan krisis global.

Total
0
Shares
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Posts