

Petta – Samsung resmi memperkenalkan Galaxy Watch 9 dalam acara Galaxy Unpacked di London, Inggris, pada Rabu (22/7/2026). Meski tampilan luarnya tidak banyak berubah dari generasi sebelumnya, jam tangan pintar ini membawa sejumlah pembaruan penting di bagian dapur pacu dan fitur kesehatan.
Secara desain, Galaxy Watch 9 masih mempertahankan bentuk cushion ala squircle yang memadukan bodi aluminium dengan layar bulat presisi. Ciri khas inilah yang membuat perangkat ini tetap terlihat elegan sekaligus mudah dikenali sebagai bagian dari keluarga Galaxy Watch.
Bezel jam ini dilapisi kaca sapphire crystal, sementara bodinya tetap mengusung sertifikasi ketahanan IP68, 5 ATM, dan MIL-STD-810H. Dengan begitu, pengguna tidak perlu khawatir berlebihan saat memakainya untuk beraktivitas harian maupun berolahraga.
Selanjutnya, Samsung tetap menghadirkan dua pilihan ukuran, yaitu 40 mm dan 44 mm. Varian 40 mm tersedia dalam warna Cream dan Graphite, sedangkan versi 44 mm hadir dalam pilihan Graphite dan Silver.
Peningkatan di Balik Layar
Meski tampilan luarnya familiar, lompatan terbesar Galaxy Watch 9 justru terletak di balik cangkangnya. Samsung untuk pertama kalinya meninggalkan chipset Exynos W1000 dan beralih ke Snapdragon Wear Elite buatan Qualcomm, chip 3nm yang sama seperti dipakai pada Galaxy Watch Ultra 2.
Berkat perpindahan ini, navigasi antarmuka One UI 9 Watch berbasis Wear OS 7 pun terasa lebih responsif. Selain itu, kapasitas baterai juga ikut membesar, dari 325 mAh menjadi 390 mAh pada model 40 mm, serta dari 435 mAh menjadi 445 mAh pada model 44 mm.
Adapun soal layar, Samsung tetap mengandalkan panel Super AMOLED dengan kecerahan puncak hingga 3.000 nits. Alhasil, tampilan pada layar tetap terlihat jelas sekalipun digunakan di bawah terik matahari.
Fitur Kesehatan Jadi Andalan Utama
Di sisi lain, pembaruan paling mencolok pada Galaxy Watch 9 justru ada pada aspek kesehatan. Samsung menghadirkan empat fitur baru yang secara eksklusif hanya tersedia pada Galaxy Watch 9 dan Galaxy Watch Ultra 2, yakni Vitals, Heart Health Score, Daily Cardio Load, dan Fitness Index.
Fitur Vitals bekerja dengan memantau lima sinyal tubuh sepanjang malam, mulai dari detak jantung, variabilitas detak jantung, laju pernapasan, suhu kulit, hingga kadar oksigen dalam darah. Sharanya Desai dari tim Digital Health Samsung menjelaskan bahwa data tersebut dipakai untuk mengenali kondisi tubuh yang jarang disadari pengguna.
“Fitur ini memanfaatkan berbagai biometrik utama… untuk mengidentifikasi penyimpangan atau anomali yang signifikan,” ujar Desai, seperti dikutip dari Kompas.com.
Sementara itu, Heart Health Score menggabungkan data tidur, tingkat stres, aktivitas, dan komposisi tubuh menjadi satu skor tunggal. Fitur ini menggantikan metrik Vascular Load yang sebelumnya digunakan Samsung.
Adapun Daily Cardio Load berfungsi menghitung akumulasi beban kardiovaskular harian, lalu merekomendasikan kapan waktu terbaik untuk berlatih dan kapan sebaiknya beristirahat. Di samping itu, Fitness Index membandingkan detak jantung, VO2 max, dan jumlah langkah harian pengguna dengan orang-orang seusianya.
Tanpa Biaya Langganan
Menariknya, seluruh fitur kesehatan lanjutan tersebut bisa diakses secara gratis. Kondisi ini berbeda dengan sejumlah perangkat kebugaran kompetitor yang kerap mewajibkan biaya berlangganan bulanan untuk membuka analisis pemulihan dan skor kesehatan.
Dari sisi harga, Samsung membanderol Galaxy Watch 9 mulai dari 379,99 dollar AS atau sekitar Rp6 jutaan untuk varian 40 mm Bluetooth. Sementara itu, harga varian LTE dipatok mulai 429 dollar AS.
Pre-order Galaxy Watch 9 sendiri sudah dibuka sejak tanggal peluncurannya. Adapun unit pesanan mulai dikirim pada 3 Agustus 2026, sedangkan penjualan retail secara luas berlangsung mulai 7 Agustus 2026.
Dengan kombinasi desain yang familiar namun performa dan fitur kesehatan yang jauh lebih matang, Galaxy Watch 9 pun diproyeksikan menjadi pilihan menarik. Terutama bagi pengguna yang ingin memantau kesehatan secara lebih mendalam tanpa harus merogoh kocek tambahan setiap bulan.