

Makassar, Petta – Ketua DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan (Sulsel) terpilih, Ilham Arief Sirajuddin (IAS), akhirnya merampungkan susunan pengurus partai berlambang pohon beringin itu untuk periode 2026-2031. Bahkan, usulan struktur kepengurusan tersebut disebut telah diajukan ke DPP Partai Golkar di Jakarta untuk diproses lebih lanjut.
Dalam susunan yang totalnya mendekati 200 orang itu, tiga nama mengisi posisi strategis di jajaran pengurus inti. Rahman Pina dipercaya menjabat Sekretaris, Supriansa didapuk sebagai Ketua Harian, sementara Amirullah Nur Saenong ditunjuk menjadi Bendahara.
Sinyal munculnya nama Rahman Pina sebenarnya sudah terlihat sejak awal September 2026. Saat itu, IAS secara terbuka menyebut nama tersebut ketika ditanya soal sosok yang bakal mendampinginya. “Insya Allah Rahman Pina,” ujar IAS, Kamis (3/9/2026).
Tiga Pengurus Inti dengan Rekam Jejak Berbeda
Ketiga nama yang dipercaya mengisi posisi inti punya latar belakang yang tidak asing di kancah politik maupun bisnis Sulsel. Rahman Pina misalnya, saat ini masih aktif menjabat Wakil Ketua DPRD Sulsel sekaligus kerap mendampingi IAS dalam berbagai agenda partai belakangan ini.
Selanjutnya, posisi Ketua Harian dipercayakan kepada Supriansa, mantan Wakil Bupati Soppeng yang lebih dulu masuk dalam lingkaran dekat IAS di Golkar Sulsel. Sementara itu, kursi Bendahara jatuh ke tangan Amirullah Nur Saenong, pengusaha yang juga menjabat Direktur Utama PT Riota Jaya Lestari, perusahaan tambang nikel yang berpusat di Sulawesi Tenggara.
Selain berkecimpung di dunia usaha, Amirullah juga dikenal sebagai Ketua DPD Gabungan Pengusaha Konstruksi Nasional Indonesia (Gapeksindo) Sulsel periode 2023-2028. Ia bahkan pernah terjun ke politik praktis sebagai anggota DPRD Kabupaten Maros periode 2014-2019, sebelum akhirnya kembali menekuni dunia usaha.
Adapun hubungan politik Amirullah dengan IAS sudah terjalin sejak keduanya sama-sama berada di Partai Demokrat. Saat itu, Amirullah menjabat Ketua DPC Partai Demokrat Maros, ketika IAS memimpin DPD Partai Demokrat Sulsel. “Bendahara Amir, kami menunggu jadwal pelantikan dari DPP,” ungkap IAS, Minggu (6/9/2026), saat mengonfirmasi penunjukan tersebut.
23 Kursi Wakil Ketua Disebar ke Seluruh Dapil
Selain tiga pengurus inti, struktur kepengurusan Golkar Sulsel turut memuat puluhan posisi wakil ketua. IAS mengungkapkan bahwa jumlah kursi tersebut disesuaikan dengan jumlah daerah pemilihan (dapil) di Sulsel yang mencapai 11 dapil.
“Wakil ketua itu ada sekitar 23 orang,” kata IAS saat menghadiri Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Depidar XIX SOKSI Sulsel di Swiss-Belhotel, Makassar, Minggu (6/9/2026). Menurutnya, setiap dapil pemenangan pemilu bakal diwakili oleh satu wakil ketua agar kerja pemenangan partai lebih merata.
Tidak hanya itu, struktur kepengurusan juga dilengkapi sejumlah posisi pendukung lain. Berikut rincian jajaran yang disiapkan dalam struktur Golkar Sulsel:
- 23 Wakil Ketua yang mewakili 11 dapil pemenangan pemilu
- Jajaran Wakil Sekretaris
- Jajaran Wakil Bendahara
- 16 Biro yang menangani bidang kerja masing-masing
Dengan komposisi tersebut, total pengurus yang diusulkan pun mendekati angka 200 orang.
IAS Minta Media Tidak Membenturkan Kader
Di sisi lain, IAS turut menanggapi berbagai spekulasi yang berkembang di publik terkait sosok pendampingnya dalam struktur baru. Ia meminta agar media maupun publik tidak selalu menyandingkan satu kader dengan kader lainnya secara berlebihan.
Menurutnya, seluruh kader yang dipertimbangkan mengisi jajaran pengurus memiliki kapasitas serta kualitas yang mumpuni. Namun demikian, IAS menegaskan bahwa pemilihan sosok pendamping tetap mempertimbangkan aspek kedekatan serta ketepatan penempatan.
Sebagai catatan, keputusan final struktur pengurus tetap akan mengacu pada surat keputusan (SK) resmi dari Ketua Umum Partai Golkar. Oleh karena itu, publik kini tinggal menantikan jadwal pelantikan yang akan ditetapkan oleh DPP Partai Golkar.