Meta Luncurkan Muse, Agen AI Pribadi yang Bisa Belanja hingga Tugas Sehari-hari Lainnya

Meta resmi meluncurkan Muse, yang diklaim sebagai agen kecerdasan buatan (AI) pribadi yang dirancang untuk mengerjakan tugas sehari-hari penggunanya. (©Meta)

Petta – Meta resmi meluncurkan Muse, agen kecerdasan buatan (AI) pribadi yang dirancang untuk mengerjakan tugas sehari-hari penggunanya. Peluncuran ini diumumkan pada Selasa (8/9/2026) untuk pengguna di Amerika Serikat (AS).

Muse tidak hanya menjawab pertanyaan, tetapi juga mengerjakan tugas, membantu mengatur urusan, dan mengubah target jangka panjang menjadi rencana aksi. Karena itu, Meta menempatkannya di kelas yang berbeda dari chatbot biasa.

Bekerja Meski Aplikasi Sudah Ditutup

Muse ditenagai Muse Spark, model AI paling mumpuni buatan Meta sejauh ini. Model tersebut dikembangkan di bawah Chief AI Officer Meta, Alexandr Wang.

Cara kerjanya cukup sederhana. Pengguna cukup menyampaikan tujuan, lalu Muse menyusun rencana dan menjalankannya sendiri. Ia bisa membuka browser, mengisi formulir, hingga bernegosiasi atas nama pengguna.

Untuk tugas yang memakan waktu, Muse tetap bekerja setelah aplikasi ditutup. Agen ini akan kembali saat ada perubahan atau membutuhkan persetujuan, misalnya sebelum mengirim email atau membeli sesuatu.

Meta mengklaim Muse sebagai “the world’s first personal AI agent built for everyone”. Wakil Presiden Produk AI Meta, Vishal Shah, menyebut kemampuan agen ini termasuk membuat perangkat lunaknya sendiri. Ia menyebutnya dengan istilah “build its own software”, seperti dikutip Engadget.

Terhubung ke Berbagai Layanan

Pengguna memilih sendiri aplikasi yang ingin disambungkan, satu per satu. Jika layanan tidak menyediakan koneksi resmi, Muse dapat mengaksesnya lewat browser. Layanan yang tersedia saat peluncuran antara lain Gmail, Google Calendar, Outlook, Spotify, OpenTable, dan Peloton.

Untuk pembayaran, Muse memakai Link buatan Stripe yang menghasilkan kartu sekali pakai, sehingga data kartu asli pengguna tetap tersembunyi.

Muse tersedia lewat situs muse.ai, aplikasi iOS dan Android, serta chat WhatsApp. Versi untuk kacamata AI Meta menyusul. Selain itu, CEO Mark Zuckerberg pada 17 September 2026 mengumumkan versi Mac yang bekerja lintas aplikasi, file, kalender, catatan, dan pesan di komputer.

Gratis, tetapi Ada Paket Berbayar

Muse bisa dipakai gratis, dengan langganan berbayar saat penggunaan meningkat. Karena itu, pengguna wajib memasukkan kartu pembayaran sejak awal. Dua paket tersedia saat peluncuran, yakni Power seharga 20 dollar AS per bulan dan Maximum seharga 100 dollar AS per bulan.

Klaim Keamanan dan Ujian Kepercayaan

Meta menjalankan Muse di mesin virtual khusus bernama Muse Secure VM. Di dalamnya ada agen terpisah bernama Sentinel yang harus menyetujui aktivitas Muse sebelum menjangkau internet. Muse juga tidak melihat kata sandi maupun metode pembayaran pengguna.

Meta menambahkan, percakapan dan data pengguna tidak dibagikan ke sistem iklannya. Pada akhir tahun, perusahaan berencana merilis Muse Confidential VM yang datanya dienkripsi dengan kunci milik pengguna sendiri.

Meski begitu, kepercayaan publik menjadi taruhan besar. Peluncuran ini terjadi kurang dari dua pekan setelah Meta menyepakati penyelesaian gugatan multinegara bagian senilai 18 miliar dollar AS soal dampak media sosial. Muse pun meminta akses ke email, kalender, pembayaran, hingga layanan kesehatan pengguna.

Untuk saat ini, Meta hanya mengumumkan peluncuran Muse di AS. Jadwal ketersediaan di negara lain, termasuk Indonesia, belum disebutkan dalam pengumuman awal.

Total
0
Shares
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Posts

Lebih Dekat ke Masyarakat

Jangkau audiens lebih luas dan tepat sasaran melalui iklan di website kami