Zuckerberg Pakai Nama “Muse” untuk AI-nya, Band Rock Legendaris Ganti Username

Bellamy (kanan) bersama rekan satu bandnya di Muse, Dominic Howard (kiri) dan Chris Wolstenholme. (©Sarah Lee/The Guardian)

Petta – Coba ketik “Muse” di kolom pencarian Instagram sekarang. Yang muncul bukan Matt Bellamy dan riff-riff sebesar stadion, melainkan agen AI baru milik Meta.

Band rock Inggris yang sudah berkarya lebih dari 30 tahun itu punya sekitar 2,7 juta pengikut, tetapi kini harus puas memakai @museband. Perubahan ini terjadi tepat ketika Meta resmi memperkenalkan Muse si agen AI pada Selasa (8/9/2026) dan memakai @muse untuk produknya.

Bukan Kejadian Semalam

Jangan bayangkan Zuckerberg menekan tombol merah pada Selasa pagi. Pengguna Reddit disebut sudah melihat perubahan username itu sejak awal Juni, sementara The Independent mencatatnya terjadi pada Juli. Di X, band ini juga sudah beralih ke @museband.

Artinya, fans sudah curiga berbulan-bulan. Peluncuran Muse hanya menjawab pertanyaan yang sejak lama mereka lontarkan.

Salah Tag yang Terlalu Jujur

Ada satu detail yang terasa seperti kecelakaan lucu. Unggahan awal Zuckerberg soal Muse tampaknya menandai akun band, begitu pula unggahan beberapa eksekutif Meta lain. Jurnalis New York Times, Mike Isaac, menyebutnya “bug”.

Bug atau bukan, adegan ini sulit dikalahkan. Akun sebuah band rock terpampang di pengumuman agen AI dari salah satu perusahaan terbesar dunia.

Netizen Tidak Tinggal Diam

Reaksi warganet datang dalam dua rasa. Rasa pertama adalah sindiran. Seorang pengguna menyebut ini bukan hal aneh bagi perusahaan AI, yang memang suka mengambil sesuatu lalu “repurpose it as their own”.

Rasa kedua lebih pedas. Sebagian fans menuduh band Muse sebagai “sellouts”, seolah mereka menerima bayaran Big Tech demi melepas username. Tuduhan itu belum punya dasar apa pun.

Ironinya juga sulit diabaikan. The Independent mencatat bahwa band ini punya banyak lagu yang terinspirasi kekhawatiran soal teknologi dan potensinya dipakai untuk menindas masyarakat. Kini nama mereka bersanding dengan produk teknologi.

Siapa yang Sebenarnya Ambil Apa?

Di titik inilah kisahnya jadi abu-abu. Meta dan pihak band belum menanggapi permintaan komentar. Kita belum tahu apakah handle itu diminta, dinegosiasikan, atau dibayar. IBTimes UK menegaskan bahwa belum ada bukti publik bahwa Meta memaksa band melepas username tersebut.

Satu hal yang pasti: username media sosial bukan milik pengguna, dan platform berhak menetapkannya ulang.

Preseden juga ada. Meta pernah mengamankan @Meta di Instagram, yang sebelumnya dipakai majalah motor independen, tak lama setelah mengganti nama dari Facebook. Lalu ada kasus @X di Twitter, yang dipegang seseorang sejak 2007 sebelum diambil saat platform itu berganti nama.

Jadi, kalau Anda punya band, merek, atau warung kopi dengan handle keren, mungkin ini saatnya bertanya: itu benar-benar milik siapa?

Total
0
Shares
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Posts