
Barru, Petta – Pemerintah Kabupaten Barru mempertegas komitmennya dalam mempercepat perwujudan Kabupaten Layak Anak (KLA). Langkah ini ditandai dengan pelaksanaan Grand Final Pemilihan Duta Anak Kabupaten Barru Tahun 2026 yang dirangkaikan dengan Pelantikan Pengurus Forum Anak Colliq Pujie Periode 2026–2028 di Lantai VI Menara Layanan Publik (MPP) Kantor Bupati Barru, Jumat (22/5/2026).
Sebelum membuka kompetisi, Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari melantik langsung kepengurusan baru Forum Anak Colliq Pujie. Prosesi pelantikan berlangsung khidmat di hadapan jajaran pimpinan dinas, organisasi kepemudaan, serta para orang tua.
“Bagi pemerintah daerah, masa depan daerah tidak ditentukan puluhan tahun dari sekarang, melainkan dari bagaimana kita memperlakukan, mendidik, dan mendengarkan anak-anak kita hari ini,” ujar Andi Ina Kartika Sari dalam sambutannya.
Bukan Sekadar Ajang Kompetisi Bakat
Andi Ina menegaskan bahwa rangkaian kegiatan yang diinisiasi oleh Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DS3A) ini bukan sekadar panggung seremonial atau ajang adu bakat musiman.
Pemilihan Duta Anak dan penguatan Forum Anak diposisikan sebagai jembatan resmi untuk menjamin hak partisipasi anak dalam perencanaan pembangunan daerah, termasuk dalam menyuarakan aspirasi kelompok usia muda di musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang).
“Ini adalah wujud nyata dari komitmen kita bersama untuk mewujudkan Barru yang benar-benar Layak Anak. Kita ingin memastikan bahwa anak-anak kita tidak hanya menjadi penonton pasif dari pembangunan, melainkan aktor utama yang ikut bersuara dan dilibatkan,” jelas bupati perempuan pertama di Barru ini.
Peran Strategis Agen “Pelopor dan Pelapor”
Kepada pengurus Forum Anak Colliq Pujie yang baru disumpah, Bupati menitipkan pesan agar mereka aktif mengambil peran sebagai agen 2P, yaitu Pelopor dan Pelapor.
Forum Anak diharapkan mampu menjadi garda terdepan untuk menyebarkan pengaruh positif di lingkungan sebaya, sekaligus berani melaporkan segala bentuk pelanggaran hak anak, mulai dari bahaya perundungan (bullying), eksploitasi, hingga ancaman kekerasan seksual di era digital.
“Di mata Bunda, para finalis semua adalah pemenang. Selempang yang nanti disematkan bukan sekadar simbol prestasi akademik atau estetika, melainkan simbol tanggung jawab moral yang besar untuk menjadi inspirasi bagi ribuan anak-anak lainnya di Kabupaten Barru,” tutur alumnus FH Unhas ini hangat.
Acara yang berlangsung semarak ini turut dihadiri oleh Wakil Bupati Barru Abustan Andi Bintang, Kepala Bapperida, Kepala Dinas Sosial PPPA, Kepala Dinas Pendidikan, perwakilan Unit PPA Polres Barru, serta para pimpinan instansi vertikal lingkup Pemkab Barru.
