Pantai Cillelang Barru Dijajaki Jadi Kawasan Wisata Konservasi Penyu

Pemerintah Kabupaten Barru bersama Polres Barru berkolaborasi dengan Komunitas Cillelang Fishing menggelar kegiatan pelepasan anak penyu (tukik) dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkari ke-80 Tahun 2026. Mengusung tema “Lindungi Penyu, Jaga Lautan, Selamatkan Masa Depan”, kegiatan berlangsung di Pantai Cillelang Selatan, Kecamatan Mallusetasi, Jumat (26/6/2026). (©Humas Barru)

Barru, Petta – Kepedulian terhadap kelestarian satwa laut yang dilindungi kini bisa bermula dari ruang digital. Berkat unggahan aktivitas konservasi warga di media sosial, Pemerintah Kabupaten Barru bersama Kepolisian Resor (Polres) Barru bergerak menggalang aksi nyata menyelamatkan habitat penyu yang terancam punah di pesisir Sulawesi Selatan.

Aksi lingkungan tersebut diwujudkan melalui pelepasan puluhan anak penyu (tukik) di Pantai Cillelang Selatan, Kecamatan Mallusetasi, Kabupaten Barru, Jumat (26/6/2026).

Kegiatan yang mengusung tema “Lindungi Penyu, Jaga Lautan, Selamatkan Masa Depan” ini digelar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-80, dengan melibatkan langsung komunitas nelayan lokal, Komunitas Cillelang Fishing.

“Kegiatan ini membuktikan bahwa semangat Polri untuk Masyarakat diwujudkan tidak hanya dalam menjaga keamanan, tetapi juga melalui kepedulian terhadap kelestarian lingkungan dan satwa yang dilindungi,” ujar Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari memberikan apresiasi tinggi dalam sambutannya.

Inisiasi dari Algoritma Media Sosial

Kapolres Barru AKBP Fauzi Harahap membeberkan cerita unik di balik pemilihan Pantai Cillelang sebagai pusat kegiatan korps baju cokelat tahun ini. Ia mengaku pertama kali mengetahui adanya gerakan penyelamatan telur penyu secara swadaya justru saat berselancar di platform video pendek TikTok.

“Saya mulai mengenal Komunitas Cillelang Fishing melalui media sosial. Setelah mengikuti aktivitas mereka dan menerima berbagai informasi dari masyarakat, saya melihat bahwa komunitas ini benar-benar aktif dalam upaya konservasi penyu. Hal itu yang kemudian mendorong kami untuk memberikan dukungan,” ungkap Fauzi jujur.

Melalui momentum bursa hari jadi ke-80 tersebut, Fauzi berharap popularitas gerakan yang diinisiasi pemuda pesisir Cillelang ini bisa semakin meluas, sehingga mendatangkan dukungan regulasi maupun fasilitas dari berbagai pihak.

“Kami ingin peringatan HUT Bhayangkari tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan lingkungan. Karena itu, kami mengemas kegiatan pelepasan tukik ini sebagai bentuk dukungan terhadap Komunitas Cillelang Fishing yang selama ini secara sukarela menjaga kelestarian penyu,” kata Kapolres menambahkan.

Ancaman Konsumsi Telur Penyu

Merespons gerakan berbasis komunitas ini, Bupati Andi Ina Kartika Sari menegaskan bahwa pemerintah daerah siap mengawal Pantai Cillelang agar bisa dikembangkan menjadi kawasan wisata konservasi terpadu. Kendati demikian, ia memberikan catatan keras terkait masih adanya oknum warga yang kerap memburu telur penyu untuk dikonsumsi atau diperjualbelikan.

“Jika menemukan penyu yang bertelur, segera laporkan kepada pihak terkait. Jangan diambil, apalagi dikonsumsi. Mari bersama-sama menjaga penyu agar tetap lestari sebagai bagian penting dari ekosistem laut,” tegas Andi Ina di hadapan warga pesisir.

“Pemerintah Kabupaten Barru akan terus memberikan dukungan terhadap upaya pelestarian ini. Potensi wisata dan konservasi di Pantai Cillelang perlu dikembangkan sehingga mampu memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus menjaga kelestarian alam,” imbuh bupati perempuan tersebut.

Lima Sarang Penyu Teridentifikasi

Berdasarkan laporan dari Ketua Komunitas Cillelang Fishing, timnya sejauh ini telah memetakan dan memagari secara intensif lima sarang penyu alami di sepanjang garis pantai desa setempat.

Dari lima kantong tersebut, satu sarang telah berhasil menetas sempurna pada 10 Juni 2026 lalu dengan meloloskan 57 ekor tukik dari total 60 butir telur. Sementara itu, empat sarang lainnya kini masih dalam pengawasan ketat menunggu masa inkubasi selesai.

Guna memaksimalkan potensi edukasi satwa ini, pihak komunitas mendesak Pemkab Barru untuk segera membenahi infrastruktur akses jalan setapak menuju Pantai Cillelang Selatan agar memudahkan mobilisasi pemantauan dan kunjungan wisatawan.

Seremoni pelepasan tukik ke laut lepas ini ditutup dengan pelepasan bersama yang diikuti oleh Wakil Bupati Barru Abustan A. Bintang, Ketua Bhayangkari Cabang Barru, unsur Forkopimda, perwakilan PT PLN Indonesia Power, serta perangkat pemerintah desa setempat.

Total
0
Shares
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Posts