Atasi Lonjakan Harga, Bulog Sulsel Pasok 33.000 Ton Jagung ke Jatim

Ilustrasi tumpukan jagung hasil panen para petani. (©Evening Tao)

Makassar, Petta – Perum Bulog Kantor Wilayah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Sulselbar) mengirimkan jagung sebanyak 33.000 ton ke Kantor Wilayah Bulog Jawa Timur. Pengiriman ini dilakukan untuk menstabilkan harga komoditas tersebut melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) jagung.

Pemimpin Wilayah Bulog Sulselbar, Fahrurozi, mengatakan langkah tersebut merupakan bentuk dukungan kepada Bulog Jawa Timur agar peternak unggas memperoleh pasokan jagung yang stabil.

“Melalui SPHP jagung, kami mendukung Bulog Jawa Timur agar peternak memperoleh jagung dengan harga wajar dan pasokan yang terjamin,” ujar Fahrurozi di Makassar, Kamis (24/9/2026).

Sulsel Jadi Sentra, Jatim Butuh Pasokan

Sulawesi Selatan dikenal sebagai salah satu sentra produksi jagung nasional dengan stok yang tergolong memadai. Sementara itu, Jawa Timur berperan sebagai pusat peternakan unggas yang membutuhkan pasokan jagung stabil untuk bahan baku pakan.

Menurut Fahrurozi, jagung menjadi komponen utama dalam produksi pakan ternak. Oleh karena itu, kenaikan harga jagung akan berdampak langsung pada beban produksi peternak.

“Jagung adalah komponen utama pakan ternak. Jika harganya naik, beban peternak bertambah dan berdampak pada harga telur serta daging ayam,” tambahnya.

Kondisi ini pula yang mendorong Bulog memindahkan sebagian stok jagung dari daerah produsen ke wilayah dengan permintaan tinggi seperti Jawa Timur.

Dikirim Bertahap Lewat Jalur Laut

Fahrurozi menjelaskan, pengiriman 33.000 ton jagung tersebut dilakukan secara bertahap melalui jalur laut menuju gudang Bulog Jawa Timur. Setibanya di sana, jagung akan langsung disalurkan kepada peternak dan kelompok peternak yang telah terdata.

Selama proses distribusi, Bulog tetap menjaga standar mutu jagung agar layak digunakan sebagai bahan pakan. Dengan begitu, kualitas komoditas tidak berkurang meski menempuh perjalanan antarpulau.

Langkah ini, menurut Fahrurozi, memberikan manfaat ganda. Di satu sisi, peternak di Jawa Timur mendapat keringanan biaya produksi. Di sisi lain, penyerapan hasil panen petani jagung di Sulawesi Selatan juga tetap terjamin.

“Bulog berkomitmen terus menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan nasional sesuai penugasan pemerintah,” kata dia.

Sebelumnya Usulkan Tambahan Pagu

Sebelum pengiriman ini terealisasi, Bulog Sulselbar sempat mengusulkan penambahan pagu jagung SPHP sebanyak 3.800 ton untuk 2026. Usulan tersebut menjadi langkah antisipasi atas potensi lonjakan harga telur dan daging ayam akibat naiknya biaya pakan.

Dengan pengiriman jagung ke Jatim ini, Bulog berharap distribusi pangan antarwilayah dapat berjalan lebih merata. Selain itu, kestabilan harga di tingkat peternak maupun konsumen diharapkan tetap terjaga menjelang akhir tahun.

Total
0
Shares
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Posts

Lebih Dekat ke Masyarakat

Jangkau audiens lebih luas dan tepat sasaran melalui iklan di website kami