
Barru, Petta – Pemerintah Kabupaten Barru memperketat intervensi pelayanan kesehatan dasar guna mempercepat penurunan angka stunting. Bupati Barru, Andi Ina Kartika Sari, meluncurkan langsung program Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting (P3S) di Posyandu Menira, Desa Lawallu, Kecamatan Soppeng Riaja, Senin (11/5/2026).
Gerakan intervensi serentak ini tidak hanya berpusat di Desa Lawallu, melainkan terkoneksi secara digital melalui sambungan Zoom Meeting dengan puluhan posyandu di berbagai pelosok wilayah Kabupaten Barru.
“Tolong diperhatikan anak-anak kita. Mereka adalah tanggung jawab bersama. Melalui posyandu sebagai garda terdepan, kita harus mendeteksi lebih dini masalah gizi dan pertumbuhan anak agar penanganan bisa cepat dilakukan,” ujar Andi Ina saat menyapa para kader dan tenaga kesehatan secara virtual.
Intervensi Target Terhadap 1.600 Anak
Dalam dialog interaktif tersebut, dilaporkan bahwa jumlah anak yang mengalami stunting di Kabupaten Barru saat ini tercatat sekitar 1.600 anak. Menanggapi data tersebut, Andi Ina memasang target tinggi di tahun pertama kepemimpinannya bersama Wakil Bupati Abustan Andi Bintang untuk menekan angka tersebut secara signifikan.
“Saya berharap insya Allah, dalam satu tahun kepemimpinan kami di tahun 2026 ini, jumlah anak stunting bisa menurun drastis. Ada saya dan Pak Wakil Bupati yang akan terus mengawal dan membersamai perjuangan para kader di lapangan,” tegasnya.
Bupati mengingatkan bahwa stunting bukan sekadar masalah tinggi badan, melainkan ancaman terhadap perkembangan otak, kualitas kesehatan jangka panjang, dan masa depan daya saing generasi daerah.
Apresiasi untuk Kader Posyandu
Andi Ina memberikan apresiasi tinggi terhadap dedikasi para kader posyandu, bidan desa, dan operator data yang menjadi ujung tombak validitas data stunting di “Bumi Hibrida”. Ia menekankan bahwa keberhasilan program ini bertumpu pada keaktifan kader dalam menyisir lingkungan warga.
Pemerintah daerah juga mengimbau para orang tua untuk lebih proaktif membawa balitanya ke posyandu secara rutin guna melakukan penimbangan, pengukuran tinggi badan, serta pemenuhan imunisasi dasar lengkap.
“Anak-anak Barru harus tumbuh sehat dan cerdas. Mereka harus mendapatkan asupan gizi yang baik agar kelak menjadi generasi tangguh yang tampil di depan menuju Indonesia Emas 2045, bukan hanya menjadi penonton,” pungkas Bupati perempuan pertama di Barru tersebut.
Peluncuran program P3S ini dirangkaikan dengan pemeriksaan kesehatan terpadu bagi ibu hamil, pemberian makanan tambahan (PMT) berbasis pangan lokal, serta edukasi pola asuh sehat bagi keluarga berisiko stunting.
