Ucapan “Semakin Tak Dikerjakan” Bikin Heboh, Ini Klarifikasi Gubernur Sulsel

Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman

Makassar, Petta – Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Andi Sudirman Sulaiman meluruskan pernyataannya mengenai jalan provinsi rusak yang ditanami pohon pisang oleh warga sebagai bentuk protes.

Penjelasan itu disampaikan saat menghadiri Peringatan Hari Jadi ke-67 Kabupaten Maros di Gedung DPRD Kabupaten Maros, Rabu (8/7/2026).

Andi menegaskan, ucapannya “Kalau jalan provinsi yang rusak ditanami pohon pisang, semakin tidak akan dikerjakan”, tidak dimaksudkan sebagai pernyataan bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel tidak akan memperbaiki jalan yang rusak.

Bukan Ancaman, Melainkan Ajakan

Menurut Andi, pernyataan tersebut sejatinya merupakan ajakan agar masyarakat tidak melakukan tindakan yang dapat mengganggu proses penanganan maupun pelaksanaan pekerjaan di lapangan.

“Kita pahami penanaman pisang itu bentuk protes masyarakat. Tapi kita sudah memiliki kontrak pekerjaan jalan 1.000 kilometer,” ujarnya, dilansir dari laman resmi Pemprov Sulsel.

Ia menambahkan, “Jadi pemerintah bekerja berdasarkan perencanaan, bukan karena ada pohon pisang yang ditanam di jalan.”

Dalam kesempatan terpisah, Andi juga mengungkapkan bahwa polemik yang sempat mencuat akibat pernyataannya berdampak nyata pada anggaran. Ia mengatakan salah satu proyek jalan yang dikerjakan pemerintah provinsi sempat kehilangan dukungan anggaran dari pemerintah pusat setelah polemik mencuat. Menurut dia, nilai bantuan yang semula mencapai Rp 110 miliar turun menjadi Rp 48 miliar. Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan kemudian menambah anggaran melalui APBD sebesar Rp 30 miliar sehingga total anggaran proyek menjadi Rp 78 miliar.

Proyek 1.000 Kilometer Tetap Berjalan Bertahap

Andi memastikan Pemprov Sulsel tetap menjalankan Program Pembangunan Jalan Provinsi 1.000 Kilometer melalui skema Multi Years Project (MYP). Pelaksanaan program dilakukan secara bertahap sesuai skala prioritas, kesiapan teknis, kontrak pekerjaan, dan kemampuan anggaran daerah.

“Insya Allah semuanya akan ditangani secara bertahap sesuai perencanaan dan kontrak kerja,” ucap Andi. “Yang kita harapkan adalah dukungan masyarakat agar pekerjaan bisa berjalan lancar,” tandasnya.

Sebagai bukti komitmen, pada Minggu (5/7/2026) Pemprov Sulsel telah melaksanakan groundbreaking Paket 6 MYP yang dipusatkan di ruas Bua-Rantepao, Kabupaten Luwu. Paket ini mencakup penanganan sekitar 20 ruas jalan rusak yang tersebar di sembilan kabupaten dan kota.

Sementara itu, progres pengerjaan fisik pada Paket 1 hingga Paket 5 juga terus berjalan. Sejumlah ruas jalan kini telah memasuki tahap pengaspalan hotmix, pembuatan saluran drainase, perapian bahu jalan, hingga pemasangan dinding penahan tanah di berbagai kabupaten, termasuk Gowa, Makassar, Sidrap, Wajo, Soppeng, Bone, Barru, Pinrang, Enrekang, dan Pangkep.

Total
0
Shares
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Posts