Gempa M 7,1 Jepang: Mal Meledak, 300.000 Warga Terpaksa Mengungsi

Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,8 mengguncang Jepang bagian barat daya pada hari Selasa, menyebabkan kebakaran, merusak bangunan bersejarah, dan mengakibatkan puluhan orang terluka, menurut penyiar negara. (©Kyodo News)

Petta – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,1 mengguncang Prefektur Kumamoto, Pulau Kyushu, Jepang, Selasa (28/7/2026) sore waktu setempat. Bencana ini menyebabkan kerusakan parah pada bangunan, memicu ledakan di salah satu pusat perbelanjaan terbesar di wilayah tersebut, serta memutus akses listrik dan transportasi bagi ratusan ribu warga.

Guncangan utama terjadi pukul 16.27 waktu setempat, disusul serangkaian gempa susulan, termasuk satu guncangan berkekuatan magnitudo 6,1. Badan Meteorologi Jepang (JMA) sempat mengeluarkan peringatan tsunami untuk wilayah pesisir barat Kumamoto dan tiga prefektur sekitarnya, namun mencabutnya sekitar dua jam setelah gempa terjadi.

Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi mengumumkan bahwa jumlah korban tewas bertambah menjadi 13 orang hingga Rabu (29/7/2026) pukul 08.30 waktu setempat. “Pada pukul 08.30 waktu setempat, jumlah korban tewas mencapai 13 orang,” kata Takaichi dalam konferensi pers, sebagaimana dikutip dari Reuters.

Ledakan di Aeon Mall Kumamoto Jadi Titik Terparah

Salah satu kerusakan paling dramatis terjadi di Aeon Mall yang berlokasi di Kota Kashima, Prefektur Kumamoto. Pusat perbelanjaan yang menampung sekitar 200 gerai itu mengalami ledakan tak lama setelah gempa utama terjadi. Rekaman video dari lokasi memperlihatkan asap tebal membubung dari bangunan, diikuti bagian atas mal yang terkoyak dan sebagian atap serta dindingnya runtuh.

Seorang pejabat pemerintah menyebutkan bahwa pihak Aeon Kumamoto melaporkan adanya kebocoran gas, meski penyebab pasti ledakan masih dalam penyelidikan. Operasi pencarian yang berlangsung semalaman berhasil mengevakuasi delapan orang dari reruntuhan mal tersebut. Pemerintah Prefektur Kumamoto menyatakan dua perempuan berusia 20-an tahun meninggal dunia akibat ledakan itu, sementara lima orang lainnya mengalami luka-luka dan satu korban sempat mengalami henti jantung.

Selain di area mal, kerusakan serius juga tercatat di kompleks pabrik kertas milik Nippon Paper Industries di Yatsushiro, tempat sebuah cerobong asap berukuran besar ambruk. Sejumlah pekerja di lokasi tersebut dilaporkan belum diketahui keberadaannya.

Ratusan Ribu Warga Mengungsi, Infrastruktur Lumpuh

Dampak gempa turut melumpuhkan berbagai sektor infrastruktur. Sebanyak 48.000 rumah mengalami pemadaman listrik, jalan raya di sejumlah titik retak parah, layanan kereta api termasuk kereta cepat shinkansen dihentikan, dan Bandara Kumamoto menutup sementara landasan pacunya sehingga sejumlah penerbangan dibatalkan atau dialihkan.

Sekitar 300.000 warga terpaksa mengungsi akibat bencana ini. Dua rumah sakit di wilayah terdampak masing-masing merawat lebih dari 50 korban luka, dengan beberapa di antaranya dalam kondisi serius. Kementerian Pertahanan Jepang menyebutkan militer telah mengerahkan 3.600 personel untuk operasi bantuan bencana, dilengkapi 20 pesawat guna menilai kerusakan dari udara.

Menteri Keamanan Ekonomi Jepang Sanae Takaichi menegaskan pemerintah masih terus menghitung dampak keseluruhan bencana. “Kami telah menerima informasi adanya korban luka. Pemadaman listrik dan kebakaran terjadi di beberapa wilayah, serta terdapat kerusakan pada jalan dan jembatan, juga bangunan yang runtuh,” ujar Takaichi kepada wartawan di Tokyo.

Otoritas Regulasi Nuklir Jepang memastikan tidak ditemukan kondisi abnormal pada tiga pembangkit listrik tenaga nuklir di sekitar wilayah terdampak. Sementara itu, JMA mengingatkan bahwa daerah dengan guncangan terkuat masih berisiko mengalami gempa susulan dan tanah longsor selama sekitar satu minggu ke depan, mengingat karakter gempa dangkal yang memicu aktivitas seismik di kawasan tersebut. Tim penyelamat dan pemerintah setempat kini masih fokus melanjutkan proses evakuasi serta penilaian kerusakan di wilayah yang pernah dilanda gempa besar sekitar satu dekade lalu itu.

Total
0
Shares
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Posts