

Petta – Kepala Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Bangka Belitung, Kombes Pol Norul Hidayat, meraih penghargaan Hoegeng Awards 2026 kategori Polisi Berintegritas. Penghargaan ini diberikan atas ketegasannya memberantas praktik pungutan liar (pungli) di jajarannya.
Selain itu, Norul juga dikenal konsisten menanamkan nilai moral dan etika kepada para peserta didik di SPN. Oleh sebab itu, sosoknya dinilai layak mewakili semangat integritas yang diusung dalam ajang tahunan tersebut.
Malam puncak penganugerahan Hoegeng Awards 2026 digelar di The Tribrata Darmawangsa, Jakarta Selatan, Jumat (31/7/2026). Acara ini turut dihadiri Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Chairman CT Corp Chairul Tanjung, dan Ketua KPK Setyo Budiyanto.
Tak hanya itu, sejumlah menteri serta pimpinan lembaga negara juga tampak hadir dalam acara yang disiarkan langsung tersebut. Trofi untuk Norul kemudian diserahkan langsung oleh Kapolri bersama Chairul Tanjung dan Setyo Budiyanto.
Diumumkan Dewan Pakar
Nama Norul sebagai penerima kategori Polisi Berintegritas dibacakan oleh anggota Dewan Pakar Hoegeng Awards, sekaligus Direktur Nasional Jaringan GUSDURian Indonesia, Alissa Qotrunnada Wahid. Pengumuman ini menandai tahap akhir dari rangkaian panjang seleksi Hoegeng Awards 2026 yang telah berlangsung sejak awal tahun.
Adapun proses seleksi melibatkan lima Dewan Pakar dari berbagai unsur masyarakat. Selain Alissa, ada pula Wakil Ketua Komnas HAM Putu Elvina, mantan Plt Pimpinan KPK Mas Achmad Santosa, anggota Kompolnas Gufron Mabruri, dan Ketua Komisi III DPR Habiburokhman.
Rangkaian seleksi ini dimulai dari penjaringan nama-nama polisi teladan yang diusulkan langsung oleh masyarakat sejak 27 Januari 2026. Sekitar sembilan ribuan nama polisi teladan pun masuk hingga proses pengusulan ditutup pada 2 April 2026.
Selanjutnya, tim panitia melakukan verifikasi dan seleksi awal sebelum nama-nama terpilih diserahkan kepada Dewan Pakar. Tahun ini, Hoegeng Awards mempertandingkan lima kategori, yaitu:
- Polisi Berdedikasi
- Polisi Inovatif
- Polisi Berintegritas
- Polisi Pelindung Perempuan dan Anak
- Polisi Tapal Batas dan Pedalaman
Dianggap Sebagai Beban Moril
Menariknya, Norul justru memaknai penghargaan tersebut sebagai beban moril, bukan sekadar prestasi pribadi. Di hadapan Kapolri, ia menyampaikan hal itu dengan nada penuh kerendahan hati.
“Yang jelas penerimaan penghargaan ini menjadi beban moril buat kami Jenderal,” kata Norul di The Tribrata Darmawangsa, Jakarta, Jumat (31/7/2026).
Ia pun berharap doa dari semua pihak agar beban tersebut justru menjadi pemacu semangat untuk terus menjaga amanah. “Kami mohon doanya saja mudah-mudahan beban yang diberikan kepada kami, kami menjadi lebih amanah, itu saja Jenderal,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Norul turut menyampaikan permintaan khusus kepada Kapolri. Ia berharap para anggotanya di SPN Babel dapat berkesempatan mengikuti Sekolah Inspektur Polisi (SIP).
Ia mengatakan, penghargaan yang diraihnya tidak lepas dari dukungan seluruh personel di jajarannya. Karena itu, ia ingin momen kebahagiaan ini turut dirasakan oleh anak buahnya.
Teladan Bagi Insan Bhayangkara
Sementara itu, Kadiv Humas Polri Irjen Pol Johnny Eddizon menegaskan bahwa penghargaan ini bukan sekadar bentuk apresiasi. Menurutnya, Hoegeng Awards juga menjadi pengingat pentingnya integritas sebagai fondasi utama setiap anggota Polri.
“Hoegeng Awards bukan sekadar bentuk apresiasi, tetapi juga pengingat bahwa integritas adalah fondasi utama setiap insan Bhayangkara. Sosok seperti Kombes Pol Norul Hidayat menunjukkan bahwa ketegasan, kejujuran, dan keteladanan harus selalu menjadi budaya kerja Polri dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujar Johnny di Jakarta, Jumat (31/7/2026).
Ia berharap, penghargaan yang diterima Norul dapat menginspirasi seluruh personel Polri untuk terus menjaga profesionalisme. Dengan begitu, kepercayaan publik terhadap institusi Polri dapat semakin kuat melalui pelayanan yang bersih dan transparan.
Sebagai informasi, Norul telah menjabat sebagai Kepala SPN Polda Bangka Belitung sejak akhir 2023. Selama masa kepemimpinannya, ia dikenal sebagai sosok yang sederhana namun tegas dalam menegakkan disiplin di lingkungan pendidikan kepolisian.