Dorong Anaknya ke Laut Saat Kapal Terbakar, Siti Fatimah Justru Jadi Korban Jiwa

Kapal Mutiara Sentosa 2 terbakar di perairan Sumenep, Jawa Timur, Minggu (2/8/2026). Kapal Motor Penumpang (KMP) Mutiara Sentosa 2 yang berpenumpang sekitar 250 orang penumpang tersebut mengalami kebakaran saat melakukan pelayaran dari Surabaya ke Makassar. (©ANTARAFOTO/Umarul Faruq)

Makassar, Petta – Kabar duka menyelimuti keluarga besar Siti Fatimah (57) di Jalan Sultan Abdullah 2, Kecamatan Tallo, Kota Makassar. Perempuan yang akrab disapa Sitti Fatimah itu dipastikan menjadi salah satu dari lima korban jiwa dalam insiden kebakaran KMP Mutiara Sentosa II.

Kepastian tersebut disampaikan langsung oleh pihak keluarga setelah tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Timur berhasil mengidentifikasi jenazahnya. Identifikasi dilakukan melalui sidik jari, gigi, rekam medis, visual, hingga barang kepemilikan korban.

Kronologi Keberangkatan ke Surabaya

Sebelum musibah terjadi, Siti Fatimah sempat menempuh perjalanan panjang. Ia berangkat dari Makassar menuju Jakarta pada Senin, 27 Juli 2026, untuk menjemput putrinya, Nurul Izza (24), yang baru menyelesaikan program magang di Taiwan.

Selanjutnya, keduanya melanjutkan perjalanan ke Surabaya melalui Pelabuhan Tanjung Perak. Dari sana, ibu dan anak itu menumpang KMP Mutiara Sentosa II menuju Makassar. Adik keempat Siti Fatimah, Irwan, menuturkan ibu dan anak tersebut memang berangkat bersama dalam satu kapal.

“Sitti Fatimah ini bersama anaknya di kapal. Anaknya bernama Nurul Izza usai 24 tahun,” ujar Irwan.

Terekam Video Saat Kapal Terbakar

Naas, kapal yang mengangkut sekitar 250 penumpang dan kru itu terbakar di perairan utara Sumenep, Madura, Jawa Timur, pada Minggu (2/8/2026) pagi. Kapal tersebut merupakan armada milik PT Atosim Lampung Pelayaran (ALP) yang melayani rute Surabaya-Makassar.

Di tengah kepanikan, Nurul Izza sempat terpisah dari ibunya. Berdasarkan keterangan keluarga, sang ibu mendorong putrinya turun ke laut ketika api mulai membesar di atas kapal.

Keberadaan Siti Fatimah sempat diketahui keluarga lewat siaran langsung di media sosial saat insiden berlangsung. Irwan mengaku sempat mengambil tangkapan layar setelah menduga sosok dalam video tersebut adalah kakaknya.

Pesan Terakhir Sebelum Bertolak

Rupanya, komunikasi terakhir antara Irwan dan sang kakak terjadi sehari sebelum kejadian. Malam itu, Siti Fatimah mengabarkan akan segera bertolak dari Pelabuhan Surabaya menuju Makassar.

“‘mau berangkat ini, Dek.’ Jadi saya bilang, ‘hati-hati di jalan’,” kenang Irwan mengulang percakapan terakhirnya dengan sang kakak.

Sayangnya, pesan sederhana itu menjadi perbincangan terakhir mereka sebelum kapal terbakar keesokan harinya.

Identifikasi dan Penyerahan Jenazah ke Keluarga

Selain Siti Fatimah, empat korban lain yang telah teridentifikasi adalah Sri Indratmo Wijaya (47) asal Pati, Sari Sukoco (39) asal Tulungagung, Rino Eka Putra (48) asal Agam, dan Yedi Hendrawan (63) asal Kapuas. Polda Jatim memastikan seluruh korban meninggal bukan akibat luka bakar, melainkan sesak napas setelah menghirup asap dan menelan air laut saat terombang-ambing.

Kelima jenazah tersebut telah diserahkan kepada masing-masing keluarga di RS Bhayangkara Polda Jatim, Surabaya, pada Senin (3/8/2026). Meski demikian, operasi DVI dipastikan belum sepenuhnya berakhir.

“Sampai saat ini operasi DVI masih berjalan dan akan ditutup setelah operasi SAR dinyatakan selesai,” kata Kombes Pol Wahono.

Bagi keluarga penumpang lain yang masih menanti kabar, tim DVI Polda Jawa Timur membuka layanan hotline di nomor 0851-9044-7911 dan 0859-0447-911 untuk penyerahan data ante mortem.

Total
0
Shares
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Posts

Lebih Dekat ke Masyarakat

Jangkau audiens lebih luas dan tepat sasaran melalui iklan di website kami