

Makassar, Petta – Pemerintah pusat resmi menetapkan Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) sebagai salah satu wilayah prioritas program pendidikan nasional. Sebanyak tujuh kabupaten akan menjadi lokasi utama pembangunan Sekolah Rakyat untuk periode 2026–2027.
Kepala Dinas Sosial Provinsi Sulsel, Abdul Malik Faisal, membenarkan kabar baik tersebut. Menurutnya, penetapan ketujuh daerah ini dilakukan setelah melihat kesiapan matang dari masing-masing pemerintah kabupaten. Oleh karena itu, proses pengerjaan fisik bangunan diproyeksikan bisa berjalan dalam waktu dekat.
“Insyaallah sesuai informasi akan dimulai pembangunannya pada Oktober tahun ini,” ujar Malik Faisal di Makassar, Rabu.
Ketersediaan Lahan Jadi Syarat Mutlak
Malik Faisal menjelaskan, ketersediaan lahan menjadi kriteria paling mendasar masuknya wilayah tersebut ke daftar prioritas. Pemerintah daerah sasaran dipastikan telah menyiapkan lokasi lahan secara mandiri. Selain itu, mereka juga dianggap telah memenuhi seluruh syarat kelayakan dasar dari pemerintah pusat.
Selanjutnya, jika dibandingkan dengan provinsi lain, Sulsel sukses mencatatkan rekor yang membanggakan. Wilayah ini tercatat sebagai penerima alokasi rencana pembangunan Sekolah Rakyat terbanyak di Indonesia. Pencapaian ini tentu menjadi peluang berharga untuk meningkatkan mutu pendidikan dasar di daerah tersebut.
Adapun sebagian besar daerah yang telah dikonfirmasi masuk ke dalam prioritas pembangunan tahap ini meliputi:
- Kabupaten Luwu Utara
- Kabupaten Enrekang
- Kabupaten Pinrang
- Kabupaten Kepulauan Selayar
- Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep)
- Kabupaten Toraja Utara
Lanjutkan Tren Investasi Triliunan Rupiah
Sebelumnya, Sulsel juga terbukti sukses menjalankan program serupa dengan kucuran dana investasi yang sangat besar. Pada tahun 2025, pemerintah tercatat telah berhasil mendirikan sebanyak sembilan fasilitas Sekolah Rakyat baru. Proyek infrastruktur pendidikan tersebut menelan total anggaran negara hingga mencapai Rp2,3 triliun.
Lokasi sembilan sekolah pendahulu itu tersebar luas di Makassar, Bone, Sinjai, Soppeng, Sidrap, Takalar, Tana Toraja, hingga Wajo. Ke depan, deretan fasilitas baru ini diharapkan mampu mempermudah akses belajar bagi anak-anak usia sekolah, terutama mereka yang menetap di wilayah pelosok Sulawesi Selatan.