

Petta – Ketua Umum DPP Pro Jokowi (Projo) Budi Arie Setiadi meminta maaf secara terbuka pada Rabu (26/8/2026). Permintaan maaf itu ia sampaikan setelah pernyataannya soal kemungkinan Pemilu 2029 dipercepat viral di media sosial.
Melalui keterangan video yang diunggah di Instagramnya, Budi Arie mengakui bahwa ucapannya telah menimbulkan spekulasi dan kesalahpahaman di tengah publik. Ia pun menyampaikan permohonan maaf secara langsung.
“Sehubungan dengan viralnya pernyataan dan analisis saya dalam sebuah pertemuan di Jakarta baru-baru ini yang menimbulkan spekulasi dan berbagai salah penafsiran, saya Budi Arie Setiadi memohon maaf kepada pihak-pihak yang kurang berkenan dan nyaman dengan pernyataan saya tersebut,” kata Budi Arie.
Awal Mula Video Viral
Kontroversi ini bermula dari sebuah video berdurasi 1 menit 47 detik yang beredar luas di media sosial. Dalam rekaman tersebut, Budi Arie tampak duduk bersebelahan dengan Presiden ke-7 RI Joko Widodo dalam sebuah forum internal relawan Projo.
Di hadapan para peserta, Budi Arie mengaku sempat membisikkan sesuatu kepada Jokowi. “Tadi saya sudah bisik ke Pak Jokowi, Pak, kok insting saya ini lebih cepat dari 2029?” ujar Budi Arie dalam video itu.
Selanjutnya, ia mempertanyakan kesiapan para relawan apabila terjadi percepatan momentum politik sebelum jadwal Pemilu 2029 tiba. Ia bahkan menyinggung perubahan situasi politik pada era Reformasi sebagai perbandingan.
“Bagaimana tahun 97 tiba-tiba Pemilu yang berikutnya 99,” kata Budi Arie, sembari menambahkan bahwa kondisi sosial dan ekonomi saat ini turut memengaruhi instingnya sebagai aktivis.
Tegaskan Murni Analisis Pribadi
Setelah videonya menuai sorotan tajam, Budi Arie akhirnya buka suara. Ia menyampaikan tiga poin klarifikasi guna meluruskan kesimpangsiuran yang beredar di masyarakat.
Pertama, ia menegaskan bahwa pernyataannya itu murni merupakan pendapat dan analisis pribadi. Kedua, ia memastikan ucapannya sama sekali tidak berkaitan dengan Jokowi, meski videonya direkam saat keduanya duduk berdampingan.
“Pernyataan tersebut tidak ada hubungan dan kaitannya dengan Bapak Joko Widodo,” tegas Budi Arie.
Adapun poin ketiga, eks Menteri Komunikasi dan Informatika itu menyatakan kesiapannya menanggung akibat dari ucapannya sendiri. Dengan demikian, ia tidak ingin pihak lain ikut terseret dalam polemik tersebut.
“Saya siap bertanggung jawab dan menerima segala konsekuensi karena analisa dan pernyataan saya tersebut. Terima kasih, jaga terus persatuan Indonesia,” ujarnya menutup pernyataan.
Respons dari Internal Projo dan Partai Lain
Di sisi lain, Sekretaris Jenderal Projo Freddy Damanik turut memberikan klarifikasi. Ia menyayangkan bocornya rekaman tersebut ke publik karena sejatinya video itu direkam dalam forum internal.
“Sekali lagi itu diskusi internal, memang disayangkan memang video itu bocor, kan begitu,” kata Freddy.
Sementara itu, sejumlah elite partai politik turut memberikan tanggapan. Juru Bicara Partai Gerindra sekaligus Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI, Sugiat Santoso, menyatakan partainya tidak terpengaruh oleh pernyataan Budi Arie tersebut.
Menurutnya, mengawal program-program Presiden Prabowo Subianto jauh lebih penting ketimbang membahas wacana Pemilu 2029 yang dinilainya masih terlalu dini untuk diperbincangkan. “Hanya Budi Arie yang tahu sendiri maksudnya apa, silakan ditanya ke yang bersangkutan, kita tidak terpengaruh,” ucapnya.
Hingga berita ini ditulis, belum ada pernyataan resmi dari pihak Jokowi terkait video yang menyeret namanya tersebut.