

Barru, Petta – Andi Ina Kartika Sari, dikabarkan bakal bergabung dengan Partai Gerindra. Kabar ini muncul di tengah isu perpindahannya dari Partai Golkar, tempatnya bernaung selama ini.
Informasi tersebut dihimpun dari salah satu sumber internal Partai Gerindra Sulawesi Selatan. Sumber tersebut membenarkan bahwa Andi Ina memang memiliki rencana untuk pindah partai.
“Iya (Betul isu tersebut, red). Memang saya dengar, beliau ada rencana (gabung Gerindra, red),” kata elite Gerindra Sulsel itu kepada wartawan di salah satu kafe di Jalan Haji Bau, Makassar, Selasa (25/8/2026).
Sinyal dari Ketua Gerindra Sulsel
Sebelum kabar ini mencuat, Ketua Gerindra Sulsel, Andi Iwan Darmawan Aras (AIA), sempat menyinggung akan ada kepala daerah lain yang menyusul bergabung ke partai berlambang burung Garuda tersebut. Namun, ia tidak menyebutkan nama secara gamblang.
“Iya ada beberapa. Tunggu tanggal mainnya,” ujar AIA kepada wartawan usai Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Partai Gerindra Sulsel di UpperHills Convention Hall, Makassar, Selasa (4/8/2026) lalu.
Pernyataan itu kini dikaitkan dengan santernya isu kepindahan Andi Ina. Sejauh ini, sejumlah kepala daerah di Sulawesi Selatan memang telah lebih dulu merapat ke Gerindra. Di antaranya adalah Bupati Luwu Utara Andi Abdullah Rahim, Bupati Enrekang Muhammad Yusuf Ritangnga, Bupati Wajo Andi Rosman, Bupati Kepulauan Selayar Muhammad Natsir Ali, serta Bupati Sinjai Ratnawati Arif.
Golkar dan Gerindra Sejalan
Ketika dikonfirmasi terpisah soal isu kepindahannya dari Golkar ke Gerindra, Andi Ina enggan berkomentar lebih jauh. Ia hanya memberikan jawaban singkat kepada wartawan.
“Terima kasih infonya,” respons Andi Ina soal isu tersebut.
Meski begitu, mantan Ketua DPRD Sulsel ini melontarkan pernyataan yang cukup menarik perhatian publik. Ia menyebut Golkar dan Gerindra sebagai dua partai yang selama ini berjalan beriringan.
“Golkar dan Gerindra adalah dua partai yang seiring dan sejalan,” sambungnya.
Muncul Usai Golkar Sulsel Berganti Nakhoda
Isu kepindahan Andi Ina semakin menguat setelah kepengurusan Golkar Sulsel dinakhodai Ilham Arief Sirajuddin (IAS). Ia terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Daerah (Musda) Golkar Sulsel di Hotel Claro Makassar pada 18 Juli 2026 lalu.
Selanjutnya, dalam rangkaian roadshow konsolidasi IAS ke sejumlah kabupaten dan kota, Andi Ina tercatat tidak pernah terlihat hadir mendampingi. Bahkan, ketika IAS bersama jajaran elite Golkar Sulsel melakukan konsolidasi internal partai beringin di Kabupaten Barru, Andi Ina juga tidak tampak mendampingi.
Padahal, Barru merupakan basis kekuasaan Andi Ina sendiri sebagai bupati petahana. Ketidakhadirannya dalam sejumlah agenda internal itulah yang kemudian memicu spekulasi soal arah politiknya ke depan.
Hingga berita ini diturunkan, baik pihak Golkar maupun Gerindra Sulsel belum memberikan pernyataan resmi terkait kepastian bergabungnya Andi Ina. Publik pun masih menanti langkah politik selanjutnya dari Bupati Barru dua periode ini.