Jersey Adidas PSM Makassar Musim 2026/2027, Sponsor Tetap Minimalis

Line up jersey teranyar PSM Makassar x Adidas untuk musim 2026/2027. (©Adidas Indonesia)

Makassar, Petta – Selain soal skuad, jersey baru PSM Makassar turut menjadi sorotan dalam acara launching di Pantai Indah Bosowa, Minggu (30/8/2026). Maklum, seragam tempur Juku Eja musim ini hadir dengan sentuhan desain yang berbeda dari musim-musim sebelumnya.

Sebagai catatan, PSM memasuki tahun kedua kerja sama dengan Adidas, apparel asal Jerman. Karena itu, wajar bila publik menantikan bagaimana identitas visual klub dipadukan dengan gaya desain global milik brand tiga garis tersebut.

Logo Performance Adidas, Bukan Trefoil

Sempat beredar bocoran di media sosial yang menyebut jersey baru PSM bakal memakai logo Adidas Trefoil, logo klasik bernuansa retro. Namun, kabar itu tidak pernah dikonfirmasi resmi oleh manajemen sebelum launching, bahkan Direktur Komersial PSM Makassar, Hafit Timor Mas’ud, sempat enggan memastikan kebenarannya.

Pada praktiknya, PSM tetap konsisten memakai logo performance standar Adidas, yakni logo tiga garis yang lazim menghiasi jersey pertandingan klub-klub profesional. Musim lalu, misalnya, logo tersebut ditempatkan di dada kanan berdampingan dengan lambang kapal pinisi, sementara tiga garis khas Adidas melintang di bagian pundak.

Justru logo Trefoil resmi dipakai Bali United pada jersey tandang mereka musim ini, bukan PSM. Perbedaan ini menunjukkan bahwa tidak semua klub mitra Adidas otomatis mendapat jenis logo yang sama, tergantung kesepakatan dan konsep desain masing-masing.

Meski logo apparel mengikuti standar performance Adidas, identitas lokal PSM tidak ditinggalkan begitu saja. Ikon kapal pinisi tetap dipertahankan sebagai elemen khas yang membedakan Juku Eja dari klub lain.

Warna Merah Maroon Tetap Jadi Fondasi Utama

Dari sisi palet warna, manajemen memastikan warna merah maroon tetap dipertahankan sebagai warna dasar jersey kandang. Pilihan ini konsisten dengan identitas Pasukan Ramang yang sudah melekat sejak lama.

Namun demikian, sentuhan modern Adidas turut memberi napas baru pada potongan dan detail jersey. Konsep ini pun disebut sejalan dengan gaya desain yang belakangan sering dipakai Adidas pada sejumlah jersey tim nasional, sehingga kesan “kekinian” makin terasa tanpa menghilangkan karakter klasik PSM.

Selain jersey kandang dan tandang, PSM juga menyiapkan jersey ketiga serta jersey spesial. Total, dikabarkan ada empat varian yang akan bergantian dipakai sepanjang musim.

Konsisten Tampil Dengan SponsorMinimalis

Dari sisi tata letak sponsor, gaya minimalis tampaknya masih menjadi pendekatan yang dipertahankan. Pada musim sebelumnya, satu sponsor utama ditempatkan tepat di tengah dada, sementara sponsor pendukung lain diletakkan di area dekat bahu maupun punggung agar komposisi visual tetap seimbang.

Pendekatan semacam ini membuat jersey tidak terlihat penuh sesak oleh logo sponsor. Alhasil, elemen utama seperti logo klub, logo Adidas, dan ikon kapal pinisi tetap menjadi pusat perhatian di jersey.

Dibandingkan Jersey Adidas Klub Lain di Super League

Menariknya, setiap klub yang digandeng Adidas musim ini punya cara berbeda dalam memadukan identitas lokal dengan bahasa desain global brand tersebut. Bali United, misalnya, tetap mempertahankan warna merah, hitam, dan putih dengan sentuhan modern elegan, plus logo Trefoil di jersey tandang yang membuat posisinya disebut setara klub-klub elite Eropa dalam hal kepercayaan Adidas.

Sementara itu, Persija Jakarta memilih jalur berbeda. Jersey latihan mereka tampil dengan warna hitam-putih bergaya minimalis khas Adidas, sedangkan jersey pertandingan tetap mempertahankan warna merah dengan list kuning, tanpa mengusung logo Trefoil.

Adapun PSIM Yogyakarta menonjolkan identitas budaya lewat motif batik Parang yang ditempatkan tepat di antara tiga garis khas Adidas pada bagian depan jersey. Dengan variasi tersebut, terlihat jelas bahwa Adidas memberi ruang cukup luas bagi tiap klub untuk tetap menonjolkan karakter lokalnya masing-masing, sekalipun logo Trefoil hanya diberikan pada klub tertentu seperti Bali United.

Pada akhirnya, jersey PSM Makassar musim ini menjadi contoh bagaimana sentuhan global sebuah apparel besar bisa berdampingan dengan identitas lokal yang kuat. Kombinasi antara logo performance Adidas, warna merah maroon, dan ikon kapal pinisi pun menjadikan seragam Juku Eja tetap punya karakter khas di antara jersey klub Super League lainnya.

Total
0
Shares
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Posts

Lebih Dekat ke Masyarakat

Jangkau audiens lebih luas dan tepat sasaran melalui iklan di website kami